Properti Bergerak seperti Siput

0
IMG 20200909 WA0025

Perumahan yang terbangun di Kaltim. (IN)

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Sektor properti di Balikpapan pada 2 tahun terakhir mengalami perlambatan. Salah satu penyebabnya, daya beli yang turun. Kondisi itu sudah membuat sektor ini terpukul. Masuknya virus corona ke Indonesia pada triwulan II-2020 membuat bisnis ini kian terpukul.

Hal itu terbukti pada semester II ini. Pertumbuhannya diproyeksi masih akan melambat. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan, Andi Arief Mulya Dwi Hartono, Selasa (8/9).

Menurut dia, hingga kini kondisi properti, khususnya di perumahan, masih mengalami perlambatan. Karena developer masih melihat kondisi ekonomi ke depan. Hampir semua developer di Kota Minyak ini tidak melaksanakan proyek baru perumahan.

“Semester II ini masih belum ada perubahan. Karena lagi-lagi bicara demand. Daya beli masyarakat juga belum naik,” kata Arief melalui sambungan telepon.

Menurut dia, semua sektor saat ini terkena dampak. Bukan hanya properti. “Mau tidak mau kami juga terganggu,” ujarnya.

Meski pemerintah telah memberikan bantuan uang tunai kepada masyarakat dan pekerja, hal itu tidak otomatis menggerakkan sektor properti. Ia menyebut, masyarakat justru memanfaatkannya untuk kebutuhan dasar. Bukan untuk investasi.

Lalu, bagaimana dengan pengembang? Kata dia, mereka menunggu data ekonomi pada triwulan III-2020. Karena pada pertumbuhan ekonomi Kaltim triwulan II mengalami kontraksi atau minus. Dampak dari wabah corona yang masuk ke Indonesia.

“Kalau misalnya pun triwulan III tidak resesi, maka pelaku usaha masih wait and see sampai akhir tahun. Itu dilakukan dengan melihat permintaan,” ujar Arief.

Karena itu, saat ini pengembang perumahan menjual properti atau rumah yang sudah terbangun. “Kalau penjualan ada. Setiap developer berbeda. Ada yang masih melakukan penjualan dengan berbagai strateginya,” tukasnya.

Seperti perumahan FLPP. Akad kredit tetap jalan. Namun untuk komersil atau menengah ke atas, pihaknya kesulitan untuk menjualnya. Pasalnya, permintaan belum mencapai harapan. Akan tetapi, REI tetap optimis, di tengah pandemi potensinya akan tumbuh.

Direktur Utama PT Rachmad Agung Sentosa, Andi Sangkuru mengungkapkan, beberapa penawaran telah diberikan kepada konsumen yang ingin membeli rumah. “Promo banyak dikeluarkan. Tetapi penjualan masih belum memuaskan,” ujarnya.

PT Rachmad Agung Sentosa menjual rumah komersil. Pada 2018, pihaknya mampu menjual 12 unit. Tahun lalu, jumlah penjualannya meningkat menjadi 13 unit.

Melambatnya pertumbuhan properti ini dibenarkan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Balikpapan, Ketut Astana. “Memang sekarang lagi slow down,” tekannya.

Akan tetapi, ia optimis sektor properti di Kaltim akan tetap menarik. Karena mempunyai peluang besar. Seiring dengan keputusan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kaltim. “Pastinya kebutuhan rumah akan meningkat,” sebut Ketut.

Tahun ini, menurut dia, belum ada penambahan pembangunan rumah FLPP. Data terakhir yang dihimpunnya, sampai tahun ini terdapat sekitar 7 ribu perumahan FLPP. “Kalau menengah masih menahan untuk pembangunan. Karena kondisinya lagi sulit. Perumahan mewah beralih ke rumah Rp 600 juta,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sektor properti tetap jalan. Meski pandemi. Tetapi mengalami perlambatan. “Tapi kayak siput melambatnya,” pungkas dia. (fey/qn)

Share this :

Leave A Reply