Cegah Kebakaran Lahan dengan Sosialisasi

TIM Dinas Perkebunan Berau memasang spanduk imbauan pencegahan pembakaran lahan.(Humas )

TANJUNG REDEB, DISWAY – Selain membentuk kelompok tani peduli api (KTPA), Dinas Perkebunan Berau gencar mensosialisasikan dan mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan perkebunan. Terutama di daerah potensi rawan kebakaran lahan perkebunan (Karlabun).

Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Amran Arief mengatakan, kegiatan itu sangat penting dilaksanakan. Tujuannya, mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami akan terus mengedukasi masyarakat, agar mereka membuka lahan perkebunan dengan cara ramah lingkungan. Tidak membakar dalam skala besar,” terangnya.

Selain itu, pihaknya telah memetakan daerah rawan karlabun. Salah satunya di poros Kecamatan Tanjung Redeb ke Pulau Derawan, seperti Kampung Kasai, Teluk Semanting dan Tanjung Batu.

Wilayah pedalaman tak luput dari perhatian Dinas Pekebunan, seperti Kecamatan Segah dan Kelay. Wilayah itu memiliki area rawan kebakaran lahan. Sehingga, pihaknya gencar memberikan imbauan kepada masyarakat sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5/2018 tentang Pembukaan Lahan Tanpa Pembakaran.

“Sehingga kami memasang imbauan di kawasan tersebut. Karena wilayah itu menjadi fokus pengawasan dan perhatian serius kami,” ungkapnya.

Dalam setiap kegiatan, katanya, pihaknya juga melakukan inventarisasi lahan yang sudah terbuka, guna memudah identifikasi saat ditemukan hot spot atau titik panas kebakaran lahan.

Untuk KTPA, dijelaskan Amran, hingga kini telah terbentuk sekira 20 kelompok di kecamatan yang menjadi sentra perkebunan yang memiliki resiko potensi kebakaran lahan. Bahkan sudah dibekali dengan pelatihan pencegahan dan pengendalian kebakaran, serta dibekali peralatan pemadam kebakaran.

Dalam upaya pencegahan, pihaknya terus melakukan pembinaan ke seluruh perusahaan perkebunan yang diwajibkan membentuk tim tersebut. Serta menyampaikan laporan kondisi atau potensi kebakaran di masing masing wilayahnya. Setiap bulan sekali.

“Alamdulillah sejauh ini aman. Tidak ada pembakaran lahan dan berdasarkan informasi BMKG tingkat kemarau berbeda dari tahun sebelumnya, karena masih ada hujan. Semoga tidak ada kebakaran lahan perkebunan,” tandasnya. (humas)

Komentar