Bangun Balai Pelatihan di Sebatik

Tahun Depan Dialokasikan Rp 12 Miliar

TANJUNG SELOR, DISWAY – Upaya meningkatkan kualitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diwujudkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan membangun balai pelatihan.

Balai pelatihan dibangun di Desa Balansiku, Sebatik, Nunukan. Agar pelaku UMKM di perbatasan, bisa lebih berkembang dan produk-produk yang dihasilkan memiliki daya saing.

“(Pembangunan balai pelatihan, Red) ini salah satu bentuk perhatian Pemprov Kaltara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM dan IKM, serta kemajuan usaha mereka,” kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Senin (7/9).

“Di balai itu, mereka bisa ikut pelatihan membatik, membuat kerajinan tangan, mengolah kuliner dan sebagainya. Tergantung jenis usahanya. Di balai tersebut, juga akan disiapkan fasilitas dan peralatan untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan yang lengkap,” lanjutnya.

Pembangunan balai pelatihan di Sebatik telah dimulai pada tahun ini. Bahkan, pembangunan tahap I sudah mencapai 40 persen. Pada tahap ini, dialokasikan dana Rp 4 miliar melalui APBD Kaltara 2020.

“Di gedungnya akan dibangun 9 ruang kelas pelatihan,” sebut Irianto yang didampingi Kepala Disperindagkop-UKM Kaltara, Hartono.

Pembangunan balai latihan akan berlanjut pada 2021. Akan dialokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk pembangunan showroom dan asrama.

Khusus untuk showroom, akan dimanfaatkan untuk menampung dan memamerkan hasil kerajinan para pelaku UMKM dan IKM di Kaltara.

“Balai pelatihan ini akan menjadi pusat pelatihan bagi seluruh pelaku UMKM dan IKM di Kaltara. Dan, untuk menjamin kualitas pelatihannya, nanti akan didatangkan pengajar dari kementerian maupun pelaku usaha berpengalaman di Indonesia,” ujarnya. HMS

Tinggalkan Balasan