Warga PPU, Jargas Itu Lebih Aman

0

Construction Manager Consortium Noorel-Waskita, Fatahilah menunjukkan kompor khusus gratis yang digunakan untuk jargas. (Robbi/Disway Kaltim)

PPU, nomorsatukaltim.com – Noorel-Waskita selaku perusahaan yang mengerjakan pemasangan jaringan gas (Jargas) di PPU. Memastikan bahwa jargas ini, tidak mengharuskan penerimanya membayarkan sejumlah uang. Alias gratis.

Karena program ini adalah bantuan pemerintah pusat. Melalui Kementerian ESDM.  Mulai dari pemasangan meteran, selang gas, hingga kompornya. Kompornya khusus. Berlogo Kementerian ESDM.

Maka masyarakat diminta untuk tidak mempercayai jika ada oknum yang mengatasnamakan Noorel-Waskita. Yang menjual komponen-komponen kompor.

Lebih lanjut, Konsultan Program, Indra Gunawan menambahkan keamanan dari sistem jargas ini. Ia meyakinkan.

“Jadi ini lebih aman sebenarnya dari gas elpiji,” sebutnya.

Maksud aman itu, dari sisi tekanan gas. Jaringan  gas yang dipasang ini memiliki tekanan gas lebih rendah. Yaitu 0,01 bar. Sedangkan gas elpiji rata-rata 5 bar.

Jadi, saat terjadi kebocoran, potensi bahaya lebih besar. Karena lebih mudah terdeteksi Indra penciuman.

Selain itu, saat terjadi kebocoran lebih mudah terdeteksi. “Bau ya lebih tajam dibandingkan gas elpiji. Karena ini gas alam langsung tanpa olahan. Gas murni,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Construction Area Supervisor Jargas 2020 ini.

Juga ada dua keran yang bisa ditutup saat terjadi kebocoran. Ditambah lagi, karena jenis gas alam langsung itu, senyawanya lebih ringan. Jadi lebih mudah menguap. Berasimilasi dengan udara.

“Tak sedikit warga penerima manfaat yang diajukan oleh Pemkab PPU, justru mengundurkan diri karena takut,” jelasnya.

Satu hal lagi, pipa jaringan yang digunakan juga khusus. Bukan karet atau plastik. Berbahan polyetylene.

“Saat uji coba dengan beban 20 ton, jaringan tidak pecah,” tutup Indra.

*

TERUS DIKEBUT

Program jargas kedua di Penajam Paser Utara (PPU) berprogres. Saat ini sudah sekira 73,05 persen.

Berati sudah 4.402 instalasi sambungan rumah (SR) tersambung atau pelanggan. Total penerimanya ada sekira 5.062 SR. Terbagi di 8 kelurahan dan desa. Di dua kecamatan. Penajam dan Waru.

Pengerjaan dilaksanakan oleh join perusahaan Noorel-Waskita.

“Terbagi dalam lima regulating system (RS) di tahun 2020. Di antaranya pembangunan, pengembangan, dan penetrasi,” kata Construction Manager Konsorsium Noorel-Waskita Area Kabupaten PPU, Fatahilah, Selasa (8/9/2020).

Pada RS 7 untuk pemasangan baru di Kelurahan Lawe-Lawe dan Desa Girimukti. RS 8 untuk wilayah Desa Giripurwa, RS 9 untuk Kelurahan Petung dan Desa Sidorejo, kemudian RS 10 untuk Kelurahan Waru.

Sedangkan di RS 6 akan melayani Kelurahan Sungai Parit. Sifatnya penetrasi dan pengembangan jalur baru. Di wilayah ini sebagian warganya telah menerima manfaat.

Penerima terbanyak ada di Kelurahan Petung. Ada sekira 1.525 SR akan tersambung.

Program ini melanjutkan program yang sama sebelumnya. Pada 2018 lalu. Ada 5 RS juga yang dibangun kala itu. Mengaliri 4.260 SR.

Pembangunan ditargetkan tuntas pada akhir pada September 2020. Selanjutnya akan dilakukan uji coba di bulan berikutnya. Berikutnya akan diserahterimakan ke pengelola untuk bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

Proyek dimulai April 2020 lalu. Tahap awal ialah survei dan validasi penerima. Sedangkan pembangunan jaringan baru dimulai sekira Juni 2020.

“Tinggal 660 sasaran yang harus kami tuntaskan bulan ini. Optimis bisa sesuai target,” lanjutnya. (rsy/ava)

Share this :

Leave A Reply