Ketika Parit Masuk Rapat DPRD Bontang

0

Komisi III DPRD Bontang membahas persoalan parit di RT 48, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara di Kantor DPRD Bontang. (istimewa)

BONTANG, Nomorsatukaltim.com — Parit di RT 48, Kelurahan Lok Tuan, Kecamatan Bontang Utara dibahas di Kantor DPRD Bontang.

Hanya parit. Tapi pembahasannya melibatkan pemerintah dan DPRD. Padahal paritnya tak panjang. Kurang dari 1 kilometer. Tapi pembahasannya hingga tingkat elit.

Ternyata memang layak dibahas. Akibat parit itu juga, banjir sering terjadi. RT 48, Lok Tuan, acapkali banjir padahal hujannya tak seberapa.

Lalu lintas air di wilayah itu memang mampet. Air hanya menggenang. Sebab, tak ada lajur pembuangannya. Hanya sampai di situ saja.

Masalah ini sebenarnya sudah dilaporkan ke pemerintah beberapa kali. Tapi hanya sampai di meja saja.

Ketua RT 48, Arif sudah jenuh. Tapi tetap ngotot melapor, karena warganya juga ngotot mengaduh.

“Di rapat ini kami mau minta agar DPRD bisa mengambil keputusan untuk mengusulkan ke pemilik lahan agar bisa dihibahkan untuk jalur drainase air menuju pembuangan,” ujar Arif saat menghadiri rapat kerja dengan DPRD Bontang, Selasa (8/9/2020).

DPRD mengamini. Ketua Komisi III, Amir Tosina minta agar pemilik lahan bisa merelakan tanahnya dilalui parit itu.

Tapi keputusannya belum final. DPRD harus memohon dulu ke swasta : perusahaan yang kelola lahan itu.

Dukungan juga disuarakan anggota dewan lain. Astuti, Anggota Komisi III DPRD Bontang janji mengawal dana pembangunan parit itu.

DPRD memang bisa mengusulkan anggaran ke Pemerintah Kota. Tapi tergantung keputusan pemerintah lagi. “Nanti dana aspirasi saya untuk bangun parit,” tandasnya. (wal/ava)

Leave A Reply