Air Terjun Tembinus Ditutup Sementara

Penutupan pintu masuk ke objek wisata air terjun Tembinus, Sepaku. (Ist)

PPU, nomorsatukaltim.com – Objek wisata air terjun Tembinus ditutup sementara. Pasca kejadian satu orang meninggal yang diduga terbawa arus.

“Kami berkoordinasi dengan pihak perusahaan sebagai pengelola,” kata Kapolsek Sepaku, Iptu Musjaya.

Pertimbangannya ialah karena curah hujan tinggi sepekan terakhir. Sehingga ada potensi bahaya jika dikunjungi.

Arusnya deras. Yang berkunjung bisa hanyut jika memaksa untuk berenang dan melakukan hal lain di sana.

Seperti yang terjadi pada David Hasem. Warga PPU yang berekreasi ke sana, Sabtu (5/9/2020l mesti meregang nyawa di lokasi tersebut. Jasadnya ditemukan berjarak 1,5 kilometer dari lokasi air terjun.

Lalu, lokasinya juga cukup jauh. Masuk area hutan perusahaan PT Itci Hutani Manunggal (IHM).

“Jadi kami tidak mau kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.

Pihak perusahaan membentangkan garis pembatas di tiap pintu masuk di wilayah Terunen.

Penutupan ini sekaligus bersifat imbauan. Agar masyarakat menahan dulu keinginan untuk berkunjung ke sini. Pasalnya, pintu untuk menuju ke objek ini tidak hanya satu saja.

“Banyak sekali jalan tikusnya. Jadi kami imbau semua pihak untuk tidak berkunjung dulu,” paparnya.

Satu sisi, telah ada peringatan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU yang menutup sementara semua objek wisata yang ada. Untuk menekan tersebarnya COVID-19 di tempat wisata.

“Penutupan ini akan dilakukan hingga situasi dan kondisinya aman,” ucapnya.

Lebih lanjut, Disbudpar PPU mendukung langkah ini.

“Kami belum mendapatkan informasi resmi terkait itu. Tapi kami setuju saja. Mengingat ini musim hujan juga. Alangkah baiknya untuk sementara ditutup saja. Apalagi ada korban meninggal di sana,” urainya.

Terpisah, kegiatan ini didukung pula oleh warga sekitar. Serupa alasannya. Tak ingin kejadian yang sama berulang.

Satu hal pula, objek ini sedang naik daun. Menjadi tujuan banyak wisatawan. Dalam dan luar daerah.

“Dan mungkin baiknya ada upaya perbaikan terkait pengelolaan kawasan wisatanya. Harapan kami pihak PT IHM perlu membuka diri untuk kemudian memberikan pelayanan terkait dengan adanya tempat wisata air terjun Tembinus dengan melibatkan semua elemen,” tutup Eko Ady, Ketua Komunitas Penikmat Alam Sepaku. (rsy/ava)

Komentar