Warga Desa Loa Lepu Keluhkan Suplai Listrik, PLN: Sabar

Salah satu staff Desa Loa Lepu menunjukkan tiang listrik dari kayu ulin (Rafi’i/Nomor Satu Kaltim)

Kukar, nomorsatukaltim.com – Beredar di media sosial (medsos). Keluhan masyarakat di Desa Lepu. Yang mengharapkan aliran listrik di daerah tersebut. Karena sejauh ini, aliran listrik tepatnya di RT 5 dan RT 6. Belum dirasakan maksimal.

Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua RT 5 Joni Lasmana membenarkan. Tindak lanjut awal dengan mengumpulkan berkas KTP warganya dan warga RT 6 Desa Loa Lepu. Terhitung sebanyak 40 sambungan rumah yang terdata.

Berdasarkan pantauan. Dari jalan poros. Hanya terdapat 4 tiang listrik utama. Selebihnya tiang terbuat dari kayu ulin. Untuk menyangga kabel kecil. Yang menghubungkan ke rumah-rumah.

“Jadi warga menyambung (listrik) dengan membeli kabel sendiri, dengan tiang ulin beli sendiri,” ujar Joni pada Disway Kaltim, Senin (7/9/2020).

Jadi, semakin jauh letak rumah warga, semakin panjang kabel yang harus dibentangkan. Tentunya tidak semua warga mampu membeli. Diperkirakan sejak lima tahun belakangan. Warga memasang tiang listrik tak permanen itu secara mandiri.

Karena yang terpasang kabel ukuran kecil. Aliran yang dirasakan masyarakat tidak maksimal.

Sejauh ini, Desa Loa Lepu telah melaporkan ke pemerintah daerah. Dan juga melayangkan surat permohonan langsung ke PLN. Selaku penyedia jasa listrik.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kukar Slamet Hadiraharjo. Menjelaskan pembangunan tiang listrik murni kewajiban PLN. Pemerintah daerah hanya mendukung dan mengkoordinasikannya. Bukan wewenang pemerintah daerah dalam hal pengadaan tiang listrik.

“Artinya kita juga mengajukan ke PLN untuk dibangunkan, dan langsung diakomodir,” ujarnya.

Dipertegas Bupati Kukar Edi Damansyah. Saat ini koordinasi terus berjalan. Tidak hanya Desa Loa Lepu saja. Namun di titik-titik lainnya. Pembicaraan dengan PLN terbilang panjang. Harapannya target terkait penyelesaian listrik dapat terselesaikan.

“Iya terus mendorong PLN, karena kita tidak bisa bangun sendiri,” kata Edi.

Manajer ULP PLN Rayon Tenggarong, Suwarno. Mengatakan, saat ini usulan warga di Desa Loa Lepu telah diproses, di Unit Pelayanan (UP) 3 Samarinda. Namun saat ditanya kapan usulan tersebut terealisasi, Suwarno belum bisa memastikan.

Yang diajukan pun, sesuai jumlah permohonan. Hasil survey dan kondisi di lapangan.

Suwarno minta pelanggan bersabar. Semuanya masih berproses dan meminta masyarakat bersabar. Karena ini membutuhkan biaya yang cukup besar.

PLN juga saat ini sedang mencari solusi terbaik. Bagaimana bisa mendirikan tiang dan jaringan tersebut di sana. PLN juga melayani banyak pelanggan. Sehingga harus menunggu dan bersabar.

Gak mungkin PLN mengabaikan kalau ada pelanggan yang memohon,” pungkas Suwarno. (mrf/ava)

Komentar