Potensi Terus Bertambah

0


Klaster Pertanahan Bisa Melampaui Klaster Jeruk


TANJUNG REDEB, DISWAY – Tak hanya klaster Gang Jeruk, klaster Pertanahan mulai meluas. Penularannya pun semakin banyak dan cepat. Bahkan, potensi melebihi klaster Gang Jeruk cukup besar.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dari Klaster Pertanahan, setiap harinya terus bertambah. Bahkan, Minggu (6/9), pihaknya mendapati 3 pasien positif dari klaster tersebut.

Disebutkannya, EB (37) warga Kelurahan Sei-Bedungun, Klaster Pertanahan dengan kode Berau-187. Kemudian, JK (43) warga Tanjung Redeb, juga Klaster Pertanahan dengan kode Berau-188. Dan SL (53) warga Tanjung Redeb, dengan kode Berau-189.

Dengan demikian, jumlah pasien terkonfirmasi dari Klaster Pertanahan mencapai 17 orang. Dari 17 pasien tersebut, 5 di antaranya merupakan pegawai Dinas Pertanahan dan satu pegawai lapangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.

Iswahyudi menjelaskan, pegawai DPUPR diduga terpapar setelah kontak dengan kepala Dinas Pertanahan Berau, SR.

“Nah kalau kepala DPUPR malah tidak ada kaitannya dengan ini,” katanya.
Khawatir akan transmisi lokal yang semakin meluas, pihaknya merekomendasikan di kantor terpadu untuk libur hingga tujuh hari kedepan. Kantor terpadu itu ditempati empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yakni, Dinas Pertanahan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

“Sebelumnya sudah libur, dan akan masuk lagi pada 13 September mendatang,” sebutnya.

Lanjutnya, mayoritas yang masuk dalam Klaster Pertanahan merupakan keluarga dari lima pegawai tersebut. Diketahui, 5 pegawai Dinas Pertanahan itu bersama-sama melakukan perjalan dari luar kota dengan kepala dinas.

“Mereka satu mobil,” katanya.
Hingga saat ini, kasus terkait Klaster Pertanahan masih terus didalami. Bahkan klaster pertanahan ini memiliki potensi melebihi Klaster Gang Jeruk.

“Pola virusnya itu hampir sama. Jadi bisa saja ini melampaui Klaster Gang Jeruk. Karena penularannya sangat cepat,” ungkapnya.

Iswahyudi menegaskan, pada kasus ini tak mengetahui berapa banyak yang harus ditracing. Dirinya mengatakan, seluruh pegawai kantor terpadu harap karantina mandiri.

“Kami monitor semua. Jika ada bergejala kami tindak lanjuti,” imbuhnya.
Selain penambahan 3 pasien dari Klaster Pertanahan, pihaknya pun merilis 4 pasien positif lainnya. Yakni dari transmisi lokal Berau-152 dan Berau-158.

Disebutkannya, SH (29) warga Tanjung Redeb, dengan kode Berau-183. Selanjutnya, MSR (24) warga Tanjung Redeb, dengan kode Berau-184.
“Mereka kontak erat Berau-152,” ujarnya.

Lanjut Iswahyudi, AN (53) warga Kelurahan Gayam, merupakan transmisi lokal yang belum diketahui sumber penularannya, selanjutnya disebut Berau-185. Dan RS (41) warga Gunung Panjang, kontak erat Berau-158, dengan kode Berau-186.

“Nah yang belum diketahui sumber penularnnya ini masih terus kami cari tahu. Kenapa orang bisa terpapar virus itu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Iswahyudi mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan pentingnya protokol kesehatan di massa pandemik ini.
“Kalau tidak mau terpapar, maka terapkan protokol kesehatan itu,” pungkasnya. */fst/APP



Share this :

Leave A Reply