Penerima PKH Turun

0

Selamet Hariadi (Renata/Disway)

TANJUNG REDEB, DISWAY –
Di tengah pandemik COVID-19, jumlah penerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) turun. Dibanding tahun lalu.

Data Dinas Sosial Berau, penerima PKH ada 2019 sebanyak 3.019. Tahun ini 2.828 kepala keluarga. Paling banyak di Kecamatan Gunung Tabur 379 orang.

Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Keluarga Dinsos, Selamet Hariadi mengaku, berkurangnya penerima setelah verifikasi dari pusat.
Pengurangan, katanya, karena dari pihak yang mendapatkan bantuan PKH mengundurkan diri. Menyatakan mereka telah mampu dan mememberikan kepada yang lebih membutuhkan.

“Ini hal yang baik. Bisa menjadi tolok ukur tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau,” ucapnya kepada Disway Berau, belum lama ini.

Apalagi, tambahnya, pemerintahan pusat juga menargetkan menekan jumlah penerima PKH. Karena sebagian telah lolos menjadi keluarga sejahtera.

Selamet menjelaskan, dari pengurangan tersebut, banyak keluarga yang lolos, sebab tahu mengelola bantuan sosial yang diberikan. Seperti menjadikannya modal usaha agar perputaran dana berjalan.

Sebab itu pemerintah nantinya, akan memperkuat program pemberdayaan sosial. “Kementerian Sosial akan mengarahkan pada program pemberdayaan. Termasuk mengalihkan anggaran yang semulanya untuk bantuan sosial ke program pemberdayaan sosial,” jelasnya.

Sekadar diketahui, sebelum COVID-19 nominal bantuan untuk ibu hamil sebesar Rp 2.400.000 ditambah Rp. 3.000.000. Anak usia dini miskin Rp 2.400.000 menjadi Rp. 3.000.000. Untuk penyandang disabilitas dan lansia tidak mengalami perubahan, Rp 2.400.000. Bantuan itu total selama satu tahun.

Sedangkan rincian per bulannya, ibu hamil dan anak usia nol hingga enam tahun menerima sebesar Rp 250 ribu, murid SD Rp 75 ribu per bulan, SMP Rp 125 ribu per bulan dan SMA RP 166 ribu per bulan. Penyandang disabilitas dan lansia 70 tahun ke atas menerima Rp 200 ribu per bulan. (RAP)


Share this :

Leave A Reply