Modal Usaha Didukung

0

KKP membuka peluang kepada pemerintah daerah untuk memanfaatkan program BLU LPMUKP, dalam membangun sektor perikanan melalui budidaya tambak udang.

Kembangkan Budidaya Tambak Udang

TANJUNG REDEB, DISWAY – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan, siap memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor perikanan. Melalui program bantuan kredit dari Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

Disampaikan Edhy, saat ini anggaran yang tersedia dalam program senilai Rp 900 miliar. Pemkab Berau pun bisa mengajukan program yang akan dijalankan untuk pengembangan budidaya perikanan.
“Sudah terserap Rp 400 miliar dari Rp 1,3 triliun. Jadi silakan kalau mau mengajukan,” jelasnya.

Ia mengatakan, salah satu yang bisa dikembangkan dalam peningkatan pendapatan di sektor perikanan ini yaitu budidaya udang tambak. Dengan penyertaan modal yang diberikan pemerintah diyakini bisa mengembangkan usaha ini.

“Kalau mau untuk itu kita siap. Membangun tambak udang yang terintegrasi, 1 hektare itu kira-kira ongkosnya Rp 2 miliar termasuk ongkos usahanya. Tapi kembalinya itu akan cepat. Nah untuk masyarakat itu tidak perlu 1 hektare cukup 2.000 meter sudah bisa menambah ekonomi. Dari 2.000 meter itu bisa menghasilkan 5 ton angka yang terkecil, dikalikan Rp 60 ribu sudah Rp 300 juta,” ungkapnya.

Diakui bahwa, pelaksanaan ini memang tidak mudah. Perlu ada perencanaan yang matang. Sehingga diharapkan pemerintah daerah bisa menyusun Langkah strategis untuk pengembangan ini.

“Pemerintah bisa saja buka dulu 10 hektare, nanti kita keluarkan izinnya. Sekarang mengurus perizinan sudah gampang. Izin tambak yang sampai 21 itu sekarang cukup satu saja. Sisanya sambil berjalan tanpa harus menunggu 21 izin selesai. Ini merupakan komitmen yang telah diarahkan dari Bapak Presiden,” tegasnya.

Dijelaskan Edhy, program ini bisa dimanfaatkan untuk membangun wilayah dan daerah pesisir serta kepulauan. Dengan syarat terdapat keterlibatan masyarakat dan diajukan oleh kelompok masyarakat seperti pembudidaya, sentra kuliner dan lain-lain.

“Bunganya pun cukup rendah hanya 3 persen saja. Saya rasa ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan,” katanya.

Sementara Bupati Berau, Muharram mengatakan program ini harus bisa dimanfaatkan. Dengan penyertaan modal dan bunga rendah tentu bisamembantu pemerintah daerah dalam membangun sektor perikanan.

“Sebenarnya dua hal yang diperlukan yaitu permodalan dan SDM. Jadi kita harap kementerian juga bisa memberikan pendampingan untuk peningkatan SDM ini selain modal yang diberikan melalui pinjaman lunak. Saya yakin bahwa perikanan bisa berkembang pesat. Apalagi potensi di Berau ini sangat besar,” pungkasnya. HUMAS/APP

Leave A Reply