Lawan Gibran di Pilkada Solo

Lawan Gibran di Pilkada Solo
Pasangan Bajo diiringi para pendukungnya saat mendaftar di KPU Solo. (IN)

Solo, nomorsatukaltim.com – Massa simpatisan pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) turun ke jalan mengiringi pendaftaran Pilkada 2020 ke kantor KPU Solo. Sejumlah pendukung berjalan kaki membawa poster “Kami Bukan Boneka”.

Kabar miring memang menerpa Bajo sejak awal pencalonannya. Sejumlah pihak menuding bahwa Bajo adalah calon boneka.

Tudingan tersebut dikaitkan dengan rivalnya, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. Hadirnya Bajo membuat Gibran-Teguh batal menjadi calon tunggal di Pilkada Solo.

Selain itu, poster juga dipasang di mobil pikap. Ada pula tulisan “Sekti Tanpa Aji-aji. Menang Tanpa Ngasorake” dan “Koalisi Rakyat”.

Selama perjalanan, mereka menyanyikan yel-yel kemenangan dan lagu Tikus Pithi Hanata Baris. Beberapa kelompok juga menyajikan pertujukan seni: reog dan gamelan.

Berada di barisan terdepan, Bagyo terlihat naik kuda warna hitam. Sedangkan Supardjo naik kuda cokelat. Di belakangnya terdapat iringan 9 andong. Kemudian diikuti massa yang berjalan kaki.

Meski naik kuda, mereka hanya berjalan perlahan menyesuaikan para pendukung yang berjalan kaki. Di sela-sela massa terdapat mobil pikap yang membawa pengeras suara.

Setelah tiba di kantor KPU, pasangan Bajo disambut orasi-orasi pendukungnya. Salah satu pendukung Bajo dari organisasi Tikus Pithi Hanata Baris sempat berorasi di atas mobil pikap. Dia menegaskan, Bajo bukanlah calon boneka.

“Kita bukan calon boneka. Kita bukan bayang-bayang. Siapa kita? Tikus pithi,” kata salah satu orator tersebut.

Sementara itu, Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, juga menegaskan bahwa mereka murni gerakan independen. Tikus Pithi tidak terkait dengan partai politik.

“Pasangan Bajo bukan boneka dan setting-an. Bajo murni independen tanpa ikut campur parpol. Tidak ada kontrak politik apa pun. Yang ada Bajo adalah koalisi rakyat dan untuk rakyat,” ujar Tuntas di KPU Solo. (dtk/qn)

Komentar