BLK Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Untuk Cetak SDM Berintegritas

0
IMG 20200908 WA0008
Pembukaan pelatihan berbasis kompetensi bekerjasama dengan Disnakertrans Kabupaten Kukar dan PPU. (TOPAN/ Nomorsatukaltim)

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Untuk mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kualitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai program pengembangan. Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda bekerja sama dengan Disnakertrans Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi di gedung pelatihan BLK Samarinda. Berlokasi di jalan Untung Suropati No 43, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.

Kepala Seksi Penyelenggaraan dan pemberdayaan, BLK Samarinda, Kukuh eko Suhartanto, mengatakan pelatihan berbasis kompetensi merupakan pendekatan pelatihan yang lebih spesifik dan terukur, sehingga diharapkan para peserta pelatihan akan menjadi terampil dan mahir serta menguasai bidang yang dipilihnya.

“Lulusan dari pelatihan akan mendapatkan sertifikat, yang diuji oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BLK Samarinda yang diregistrasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan dalam melaksanakan kegiatanya LSP BLK Samarinda mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” katanya. Senin (27/9) pagi.

Menurutnya, peserta pelatihan full menginap (Boarding) selama 37 hari di BLK Samarinda dan berlatih selama 260 Jam Pelatihan (JP). “Disediakan akomodasi, seragam, makan dan minum ditanggung,” ucapnya.

IMG 20200908 WA0009

Disamping itu, Kepala BLK Samarinda, Andri Susila Mengatakan pelatihan yang diadakan oleh BLK Samarinda meliputi Program Pelatihan Cabinet Maker dan Program Pelatihan Juru Ukur (Surveyor).

Jumlah peserta tercatat, untuk Cabinet Maker sebanyak 16 orang dan Pelatihan Juru Ukur (Surveyor) sebanyak 16 orang. Sehingga, total jumlah peserta yang mengkuti pelatihan vokasi tersebut berjumlah 32 orang.

Lanjut Andri, program Pelatihan Berbasis Kompetensi (Boarding) itu, merupakan bentuk sinergitas antara BLK dengan pemerintah daerah yang diharapkan dapat meningkatkan SDM yang siap bersaing di industri.

“Peserta yang telah diberikan pelatihan dan disertifikasi kompetensi. Dapat memberikan manfaat bagi kemajuan daerahnya. Melalui kontribusi, nantinya di dunia usaha, baik di industri maupun ber wirausaha,” pungkasnya. (Adv/top)

Share this :

Leave A Reply