Polisi Beber Kronologi Pengemudi Ojol Samarinda Terkena Sabetan Parang

0

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Seorang pengendara ojek online (Ojol) diserang oleh orang tak dikenal saat hendak mengantarkan pesanan kepada pelanggan. Peristiwa itu terjadi tepat di persimpangan Jalan Suryanata mengarah Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu dini hari (6/9/2020) sekitar pukul 01.30 WITA.

Pelaku menyerang korban dengan menggunakan senjata tajam berupa parang. Akibatnya korban mengalami luka serius di kedua tangannya dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie.

Baca juga: Tangan Berdarah, Pengemudi Ojol Samarinda Terkena Sabetan Parang Saat Ambil Orderan

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda Muhammad Ridwan menyampaikan kronologi penyerangan yang belum diketahui motifnya tersebut. Kala itu, korban atas nama Mahadir Maulana (35) mendapatkan pesanan makanan dari bilangan Jalan Suryanata untuk diantarkan ke Jalan Anggrek.

Saat sedang mengendarai roda duanya, korban tiba-tiba dipepet oleh pelaku dengan mengeluarkan nada ancaman. Korban awalnya tak menggubris ancaman tersebut. Namun pelaku lebih bertindak nekat. Yang kemudian menghadang dan menghentikan korban di pinggir jalan.

“Pelaku ini tiba-tiba memepet kendaraan korban dan mengancam. Dia bilang, kasih tahu bubuhan-mu (komunitas ojol, Red.) untuk hati-hati, kalau enggak mau ku habisi,” ungkap Ridwan menirukan ancaman dari pelaku kepada korban.

“Kemudian pelaku mencegat korban tepat di persimpangan dari Jalan Suryanata menuju Juanda. Si pelaku sama korban kemudian sama-sama turun dari motor. Disitulah awal penyerangan,” sambungnya.

Ketika keduanya berhadapan di pinggir jalan, pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah kepala korban. Namun korban berhasil menghindar. Karena tak terima, korban lalu membalas pukulan dan menyasar ke wajah pelaku.

Setelah menerima pukulan, pelaku yang tadinya sempat oleng tiba-tiba mengeluarkan parang dari punggungnya.

“Kemudian parang ditebaskan ke arah korban. Karena dikira korban hanya sebuah balok, dia menangkis menggunakan kedua tangannya,” terangnya.

Akibatnya korban mengalami luka sabetan sajam di kedua tangannya. Usai melayangkan tebasan itu, pelaku lantas kabur ke arah Jalan MT Haryono, meninggalkan korban yang dalam keadaan bersimbah darah.

“Ada pengendara mobil yang sempat melihat kejadian itu dan sempat mengejar pelaku ke arah Jalan MT Haryono. Tapi tak berhasil terkejar. Tapi pengendara ini berhasil menghapal nomor plat kendaraan pelaku,” ucapnya.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Setelah mendapatkan laporan, jajaran Polsekta Samarinda Ulu langsung meminta sejumlah keterangan dari para saksi maupun korban.

“Ini bukan aksi begal. Jadi kita masih melakukan pengejaran. Kata korban, pelaku saat berbicara dengannya tercium aroma alkohol. Diduga pelaku saat itu dalam keadaan mabuk,” urainya.

Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor N-Max berwarna hitam dengan nomor KT 5176 JV. Dari hasil identifikasi kepolisian, motor yang dikendarai pelaku tersebut berasal dari Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara. Hingga kini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sementara itu, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka sobek sabetan parang di kedua tangannya.

“Korban mengalami luka yang cukup fatal. Kini telah menjalani operasi. Untuk bagian tangan kanannya itu mengalami luka sabetan panjang. Sementara urat nadi di sebelah kiri sampai putus,” pungkasnya. (aaa/zul)

Share this :

Leave A Reply