Galian Jargas Dibiarkan Menganga, Lalu Lintas Rawan

Balikpapan, nomorsatukaltim.com– Bekas galian jargas belum ditata. Gundukan tanah masih teronggok di pinggir jalan DI Panjaitan, Balikpapan Tengah dan di wilayah Kampung Timur.

Saat hujan, gundukan itu ikut mengalir bersama air. Dan membuat jalan menjadi becek. Sehingga rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.  Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Balikpapan Panti Suhartono menyebut pengerjaan proyek jargas memang belum selesai. Sehingga belum dilakukan penataan atau finishing sepanjang jalur pemipaannya. “

Secara konstruksi memang sudah berjalan, tapi belum dianggap selesai karena belum pengetesan,” katanya beberapa waktu lalu.

Jika pemipaan berhasil dilakukan dan semua sambungan tidak terhambat, maka barulah penataan proyek jalur gas rumah tangga itu diselesaikan. Dan dinyatakan rampung. “Ketika sudah pengetesan dan dipastikan nyala semua, baru dirapikan. Kalau dirapikan sekarang nanti ada yang rusak, bongkar lagi kerja dua kali,” ungkapnya.

Target pelaksanaan pengetesan dilakukan Oktober. Jika sesuai rencana, pelaksanannya dilakukan di dua lokasi pengerjaan. Ia menyebut saat ini secara konstruksi pembangunan jargas di Gunung Samarinda sudah selesai. “Ini baru mulai pengerjaan di Muara Rapak. Kita tunggu semua rampung baru dilakukan pengetesan sekaligus,” bebernya.

Menanggapi keluhan masyarakat, ia berharap warga yang rumahnya terdampak dan dekat dari bekas galian tanah proyek jargas bisa memaklumi. Ia tak menampik pula. Kondisi bekas galian akan membuat jalan jadi berdebu saat cuaca panas. Dan becek saat hujan.

Suharton pun memastikan adanya evaluasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan dan Disperkim Balikpapan. Sebagai informasi pada tahun ini, Balikpapan mendapat bantuan sebanyak 6.933 sambungan jargas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang dibangun di dua lokasi, yakni Kelurahan Gunung Samarinda dan Muara Rapak, Balikpapan Utara.

Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Riri Diano Sasmita merasa perlu memanggil pihak kontraktor. Untuk mendengar penjelasan terkait gundukan tanah bekas galian yang belum diratakan.

Menurutnya, masyarakat sekitar merasa heran sebab belum ada tindakan kontraktor jargas untuk mengembalikan kondisi galian ke bentuknya seperti sedia kala. “Itu menjadi perhatian kita. Masyarakat mulai terganggu,” ujarnya, saat ditemui, beberapa waktu lalu. Riri mempertanyakan sikap pihak kontraktor.

Mengapa sudah berbulan-bulan setelah pemasangan pipa, gundukan tanahnya dibiarkan. “Selain mengganggu, kelihatannya jorok. Kita sudah agendakan. Nanti bersama teman-teman komisi II kita akan panggil, khususnya kontraktor yang menangani dan yang bertanggungjawab,” katanya. (ryn/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar