Kebakaran di Lempake Makan Korban, Satu Bocah Terjebak dalam Kobaran Api

0

Samarinda, NomorSatuKaltim.com – Kebakaran di Kota Tepian kembali memakan korban jiwa. Seorang bocah berusia tujuh tahun tewas lantaran tak berhasil lari dari amukan si jago merah yang membakar tiga bangunan rumah di Jalan Lempake Tepian, Kecamatan Samarinda Utara, pada Jumat malam, sekitar pukul 22.00 WITA (4/9/2020).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, dugaan awal titik api akibat korsleting listrik dari salah satu bangunan rumah. Api kemudian dengan cepat membakar sebagian bangunan yang berbahan kayu. Nahasnya saat itu, satu keluarga yang baru terlelap tak menyadari api sudah membesar dari dalam rumah mereka.

Ada sebanyak enam orang penghuni di dalam rumah. Lima di antaranya berhasil terselamatkan. Namun satu korban berusia tujuh tahun tak tertolong saat api sudah membesar.

“Satu keluarga ini ada di dalam rumah, total ada enam orang. Ada ibu dan lima anaknya. Si ibu dengan empat anaknya mengalami luka bakar. Satu anak yang lainnya tak berhasil terselamatkan dan ditemukan tewas terbakar,” ungkap Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro. Sabtu dinihari (5/9/2020).

Lima korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie. Sebagian besar mengalami luka bakar.

“Satu di antaranya ada bayi yang masih berusia enam bulan,” terangnya.

Sementara korban tewas terbakar telah berhasil dievakuasi oleh jajaran Unit INAFIS Satreskrim Polresta Samarinda. Jenazah korban dibawa langsung dibawa ke kamar jenazah.

“Untuk penyebab pasti dari kejadian masih dalam penyelidikan. Namun dugaan awal akibat korsleting listrik,” pungkasnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, identitas korban diketahui bernama Irin (36), Aril (14), Talita (12), Ira (8) dan Wulan, bayi yang masih berusia enam bulan. Seluruhnya mengalami luka bakar dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie. Sedangkan satu korban tewas diketahui bernama Febi (7).

Diketahui, yang menjadi penyebab keluarga ini menjadi korban dari amukan api, lantaran sempat terkunci dari dalam rumah ketika api mulai membesar.

“Tadi saya tanya sama keponakan saya, api itu berasal dari rumahnya. Mereka ini lagi tertidur, bangun-bangun api sudah membesar. Salahnya kunci di pintu itu dicabut, jadi sempat terkunci dari dalam,” ungkap Ari (37), adik kandung Irin, ketika dikonfirmasi media ini.

“Alasannya kunci dicabut dari gagang pintu karena takut kemalingan. Soalnya beberapa hari lalu ada maling. Sedangkan suami kakak saya ini tidak ada di rumah lagi, bekerja di kebun daerah Mahakam Ulu,” sambungnya.

Saat api membesar dari ruang tengah, korban sempat panik mencari kunci. Setelah kunci berhasil ditemukan, lima di antaranya berhasil lari. Sedangkan satu anak tertinggal dan tak sempat ikut berlari dari kobaran api.

“Tadinya mereka sudah terkumpul di depan pintu. Mungkin karena api sudah membesar dan panik, keponakan saya yang namanya Talita ini lupa menggendong adiknya bernama Febi ini,” terangnya.

Febi diduga tak sempat ikut berlari karena mengalami sesak nafas akibat banyak menghirup asap. Hingga akhirnya tak terselamatkan dan ditemukan tewas terbakar pasca kejadian.

“Baru tahunya Febi meninggal pas selesai pemadaman. Kami tadinya berharap dia juga selamat. Kami ini tahunya tadi kakak saya dan anak-anak langsung dilarikan ke rumah sakit. Baru dapat kabar Febi ditemukan petugas sudah meninggal,” ucapnya sembari meneteskan air mata. (aaa/zul)

Share this :

Leave A Reply