Berebut Amanat

0

Hari pertama pendaftar pasangan bakal calon peserta Pilkada di Kalimantan Timur, mulai semarak. Enam pasangan dari lima daerah yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi mulai menyerahkan persyaratan. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, dua pasangan yang mendaftar, mendapat dukungan dari partai yang sama.

Di Kota Raja, Tenggarong, dua bakal pasangan calon (bapaslon) tak hanya berebut partai pengusung. Mereka juga adu cepat menjadi yang pertama melamar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Pasangan petahana, Edi Damansyah-Rendi Solihin unggul soal kecepatan.

Keduanya resmi mendaftar sekitar pukul 08.00 Wita. Mengenakan baju abu-abu, keduanya didampingi ketua dan sekretaris partai pengusung.

“Alhamdulillah semua dinyatakan lengkap dan berkas yang kami sampaikan diterima KPU Kukar” ujar Edi Damansyah.

Sebanyak sembilan partai, mengusung Bapaslon ini. Yakni PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PKS, Partai NasDem, Perindo, PPP, Partai Hanura. Total 40 kursi. Dari 45 kursi di DPRD Kukar.

Sementara bapaslon Awang Yacoub Luthman (AYL)-Suko Buono mendaftar setelah salat Jumat. Bersama puluhan pendukungnya, keduanya menumpang andong.

Dengan setelan kemeja putih dan celana hitam, pasangan ini didampingi masing-masing partai pengusung. Yakni PKB dan PAN. Dengan total kekuatan 10 kursi di DPRD Kukar. 5 kursi untuk PKB, begitupun kekuatan 5 kursi untuk PAN.

Baik Edi Damansyah maupun Awang Yacoub sama-sama mengklaim diusung PAN. Termasuk saat mendaftar, keduanya menyerahkan surat keputusan (SK) partai berlogo matahari itu.

Perjalanan SK PAN memang menarik. Mulai dari surat permohonan rekomendasi untuk pasangan Edi-Rendi dari DPD dan DPW. Yang muncul justru SK penunjukan untuk pasangan AYL-Suko langsung dari DPP.

Tidak lama, keluar surat pembatalan dukungan tersebut. Dan beralih ke Edi-Rendi. Tentunya ini sempat menghebohkan kedua kubu.

Bahkan, pada saat proses verifikasi untuk Edi-Rendi. Terjadi kendala. Adanya pihak yang menghubungi help desk KPU RI, meminta dukungan dari PAN ditunda sementara. Dari keterangan yang disampaikan KPU Kukar, yang meminta hal tersebut mengaku berasal DPP PAN.

“Tetapi kami memutuskan berdasarkan sistem informasi partai politik, dijelaskan jika SK kepengurusan dari ketua dan sekretaris yang hadir pada hari ini,” ujar Ketua KPU Kukar Erlyando Saputra.

Ditambah surat dukungan tersebut asli. Diimbuhi dengan stempel basah. Jika nantinya ada proses mekanisme gugatan, nantinya ke Bawaslu Kukar.

Awang Yacoub Luthan menanggapi santai kisruh itu. Ia mengaku mendapatkan SK penunjukan sesuai etika. Dan ketentuan yang telah dipenuhi. Hingga mendapatkan hak, berupa SK penunjukan tersebut.

“Paling penting, jangan seperti membuat hegemoni polarisasi satu partai,” kata AYL. DPD PAN belum memberikan komentar soal dobel dukungan ini. AYL sendiri harus menerima nasib, lantaraan KPU menyatakan berkas yang disampaikan tidak mencukupi syarat.

Alhasil, berkas dikembalikan. Untuk dilengkapi hingga batas akhir pendaftaran. Tanggal 6 September 2020. “Insyaallah akan berusaha melengkapi dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Awang mengatakan waktu yang dimiliki cukup singkat untuk memenuhi persratan. Tiga hari waktu pendaftaran. Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain laporan pajak lima tahunan. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari KPK.

KPU Kukar menyebut, dalam prosesnya terkait verifikasi keberadaan dan kelengkapan berkas pencalonan dan berkas syarat calon. Selanjutnya kita akan melakukan verifikasi keabsahan berkas untuk syarat calon.

DUA RIVAL SATU JALAN

Di Bontang, pasangan petahana Neni Moerniaeni – Joni Muslim tak kalah gegas. Pasangan yang diusung mayoritas partai itu tiba di KPU sekitar pukul 09.00 Wita. Neni-Joni menumpangi kereta kuda menuju kantor komisi di Jalan Awang Long, Kecamatan Bontang Utara.

Lawannya, Adi Darma-Basri Rase juga diiringi relawan pendukungnya. Tapi dengan berjalan kaki menuju Kantor KPU. Setelah konvoi kendaraan dari Tanjung Laut. Adi-Basri kompak mengenakan kemeja putih dan setelan celana panjang hitam. Neni-Joni pun demikian.

Ruas jalan Awang Long ditutup sejak pagi hingga petang. Sampai rombongan AdiBas selesai mendaftar yang bertepatan pukul 16.05 Wita.

Di sesi wawancara, AdiBas menawarkan program pemberdayaan ekonomi rakyat. Misalnya, penjahit lokal diajak kerja sama menjahit pakaian sekolah.

“Ya kita memilih untuk berdayakan penjahit lokal saja, bukan dari pengusaha Jawa,” ujar Adi Darma disela-sela wawancara.

Ada juga agenda penting lain. Yang sudah dijalankan. Yaitu pengawasan anggaran. APBD-Perubahan 2020 akan disahkan. Petahana punya kuasa mengatur anggaran. Agenda politik bisa disisipkan.

Basri Rase punya strateginya. Mengawasi belanja APBD-Perubahan agar tak ditumpangi kegiatan politik.

“Walaupun hanya 5 kursi di DPRD tapi kita bisa awasi. Transparansi anggaran, dan pelibatan masyarakat untuk mengawasi,” pungkasnya.

Sementara Neni mengaku akan melakukan akselerasi program pembangunan. “Seperti kuda yang hari ini kami pilih mengantar ke KPU,” kata Neni Morniaeni. Kuda, menurut pasangan ini, melambangkan kekuatan dan kecepatan.

Di Pilkada ini Neni-Joni didukung 12 partai. Mulai partai dengan kadernya yang duduk di DPRD sampai yang tak punya. Pun yang masih berusia belia.

Dukungan politik Neni-Joni memang paling banyak. Rivalnya hanya 2 partai saja. Di DPRD dukungan politik Neni-Joni juga paling dominan. Dari 25 kursi, 20 diboyong Neni-Joni. Sisanya mau tak mau ke Adi Darma-Basri Rase.

“Kita optimistis menang karena paling banyak barisan pendukung,” ujar Ketua Tim Lintas Partai Agus Haris yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bontang itu.

DUA CALON DI PASER

Di Kabupaten Paser, Fahmi Fadli – Masyitah dan Tony – Fathurrahman, juga menyerahkan berkas persyaratan pencalonan ke kantor KPU setempat.

Ketua KPU Paser Abdul Qayyim Rasyid mengatakan pihaknya telah memverifikasi berkas persyaratan pencalonan kedua pasangan tersebut.

Verifikasi berkas kedua pasangan dilakukan secara daring dan terkoneksi oleh jaringan database KPU pusat.

Qayyim menjelaskan dalam kegiatan verifikasi berkas yang memakan waktu dua jam ini, dokumen-dokumen yang dimiliki pasangan calon harus lengkap.

“Berkas syarat harus lengkap dan sah seperti dokumen dukungan partai seperti tandatangan pengurus, susunan pengurus, dan sebagainya,” ucap Qayyim.

“Untuk hari terakhir, tanggal 6 September 2020, pendaftaran kami buka hingga pukul 24.00 WITA,” ujar Qayyim.

Setelah tahapan penyerahan berkas pencalonan atau pendaftaran, bakal calon Bupati Paser ini akan mengikuti pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Selanjutnya, KPU akan melaksanakan rapat pleno penetapan bakal Calon pada 23 September mendatang.

Dari Samarinda, Andi Harun-Rusmadi menjadi pasangan yang mendaftar hari pertama. Keduanya tiba di Kantor KPU sekitar pukul 14.45 Wita. Pasangan ini tampak ingin menunjukkan patuh protokol kesehatan. Buktinya, ia hadir dengan perwakilan partai pengusung dengan jumlah terbatas.

Penyerahan berkas pendaftaran diterima langsung Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat.  Dalam kesempatan itu Andi Harun tak berbicara banyak. Ia hanya menyampaikan penambahan dukungan dari partai nonparlemen.

Sementara dari Balikpapan, pasangan Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz, hampir dipastikan melawan kotak kosong. Pasangan ini membawa 40 kursi legislatif saat mendaftar  di KPU Balikpapan. Mereka hanya menyisakan lima kursi untuk pasangan Ahmad Basir. Jumlah kursi yang tak bisa dijadikan tiket memasuki gelanggang. (mrf/wal/fey/an/yos)

Leave A Reply