PAN ke RAGAM, Gerindra Titip Kemenangan

1

KETUA DPD PAN Berau, Mulyadi saat memberikan SK rekomendasi secara simbolis kepada bakal calon wakil bupati Berau, Kamis (3/9).(Arjuna/Disway)

Memasuki injury time, waktu pendaftaran di KPU. Tepatnya 4-6 September, PAN menjatuhkan dukungan kepada duet Muharram-Gamalis (RAGAM). Sementara, Partai Gerindra menitipkan bendera garuda untuk menang pada kontestasi politik di Bumi Batiwakkal.

Dengan bergabungnya PAN, kini pasangan RAGAM diperkuat 7 partai politik (Parpol) untuk bertarung di pesta demokrasi 9 Desember 2020. Baik pemilik kursi di legislatif maupun non parlemen. Yakni, PKS, PPP, Demokrat, Gerindra, PKB dan Gelora.

Ketua DPD PAN Berau, Mulyadi mengatakan, partai berlambangkan matahari telah menjatuhkan arah politik di pilkada 2020. Dukungan diberikan kepada bupati incumbent. Muharram. Yang akan berpasangan dengan Gamalis, sebagai calon wakil bupati Berau.

“Pukul 14.30 Wita, Kami (PAN) Berau menyerahkan SK rekomendasi kepada pasangan calon,” katanya kepada Disway Berau, Kamis (3/9).

Putusan dukungan itu bukan tanpa alasan. Melalui proses cukup panjang, serta melihat perkembangan peta politik di Berau. Selain itu, ada beberapa alasan yang mendasari turunnya rekomendasi itu. Pertama, administrasi. Pasangan RAGAM lebih mumpuni.

Dari sekian peserta yang mendaftar penjaringan di PAN Berau, tiga orang yang dinilai pusat. Yakni Muharram, Gamalis dan Agus Tantomo. Setelah terbentuknya pasangan calon kepala daerah, duet RAGAM yang paling ideal. Menunjukkan konsistensinya. Karena keduanya mendaftar di PAN. Sementara pasangan Agus Tantomo, yakni Seri Marawiah tidak mendaftar. Itu objektivitasnya.

Kedua, DPD PAN telah membangun komunikasi kedua pasangan calon yang akan bertarung di pilkada. Namun, duet RAGAM yang paling intens memberikan respons. Komunikasinya baik, mulai lobi-lobi dari DPD, DPW hingga pusat.

“Kepengurusan RAGAM langsung ke pusat, tapi kami dilibatkan. Diajak bersama-sama mengurus. Hanya saja, karena kondisi pandemik COVID-19, kami tidak bisa mendampingi dan ikut serta,” terangnya.

Terakhir, ditentukan hasil survei DPP PAN. Bahwasannya, duet RAGAM yang layak diberikan rekomendasi. Partainya masih meyakini bupati incumbent masih dibutuhkan membangun Bumi Batiwakkal. Serta memberikan kesempatan menuntaskan pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas di periode lalu.

“Itu alasan kenapa rekomendasi PAN diberikan kepada pasangan tersebut,” jelasnya.

Setelah rekomendasi turun, tegas Mulyadi, tugas PAN Berau untuk mengamankan dan memenangkan pasangan RAGAM di pilkada. Bukan hanya formalitas, tapi totalitas. Bersama-sama berjuang sampai target kemenangan tercapai.

“Ini bukan suka tidak suka, senang atau tidak senang, tapi inilah keputusan DPP yang diatur undang-undang. Sebagai dasar mendaftarkan pasangan calon ke KPU,” ucapnya.

Mulyadi berharap, duet RAGAM dapat memenangkan kontestasi politik tahun ini. Sehingga dapat mengemban amanah menjadi penguasa dan penentu kebijakan. Bukan semata-mata dukungan politik maupun kepentingan partai politik. Baik partai pendukung maupun pengusung. Namun untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Berau. Tanpa memandang bulu, baik pendukung maupun tidak. Sudah menjadi konsekuensi demokrasi.

“Karena pemimpin, bukan hanya milik pendukung. Tapi milik seluruh masyarakat. Tanpa terkecuali,” tegasnya.

Pun dengan PAN Berau. Meski pilkada tahun ini mendukung langkah RAGAM di pilkada, juga tidak akan tinggal diam. Jika ditemukan dalam kekuasaan dan pengambilan kebijakan yang keliru, PAN menjadi partai pertama yang akan melayangkan kritikan.

“Kritik membangun. Tapi sepak terjangnya selama ini, program kemasyarakatnya sudah baik. Diharapkan nantinya dapat lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sementara, DPD Gerindra Kaltim, Andi Harun mengatakan, Gerindra merupakan pejuang, bukan pecundang. Sehingga, dirinya menitipkan kepercayaan kepada RAGAM membawa bendera garuda untuk bertarung di pilkada Berau. Dan meraih kemenangan.

Untuk meraihnya, dirinya meminta pengurus, kader hingga akar rumput mengerahkan kekuatan mesin partai untuk mengawal dan memenangkan pasangan RAGAM pada pesta demokrasi 2020. Terutama mengantarkan pasangan tersebut mendaftar di KPU.

“Gerindra merupakan partai yang menjunjung tinggi tradisi dan perintah DPP. Bagi yang membangkang, akan dipecat,” tegasnya.
Sementara, calon wakil bupati Berau, Gamalis mengatakan, kini langkahnya mendampingi Muharram maju di Pilkada, diusung dan didukung tujuh parpol. Sehingga, pihaknya optimistis meraih kemenangan di pilkada.

“Saya mengapresiasi seluruh partai yang telah memberikan dukungan kepada kami (RAGAM). Apalagi antusias masyarakat sangat luar biasa ketika kami turun ke lapangan. Ini menjadi langkah awal menuju kemenangan,” ucapnya. */JUN/APP

Share this :

1 Komentar

  1. Tagor Syahraini on

    Sepak terjang dan komitmen yg kuat dari pak Muharram untuk memberanta dan/atau tidak membiarkan tumbuhkembangnya tradisi di masyarakat kabupaten Berau yang yang melanggar aqidah (bertentangan dgn TAUHID) patut didukung dan diapresiasi

Leave A Reply