Lima Tips Menjaga Ponsel dari Peretasan

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Dosen Sistem Informasi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Hario Jati Setyadi, membagikan sejumlah tips untuk mengamankan upaya peretasan nomor ponsel.

Bagi pengguna android yang terhubung dengan akun google. Ada beberapa langkah yang mesti dilakukan untuk mengamankan data ponsel Anda.

Baca juga: Membobol Data Ponsel Tak Serumit itu Ferguso!

Pertama, perketat proses login

Dengan membuat sandi yang rumit dan sulit ditebak. Minimal 8 karakter. Jangan menggunakan kata sandi yang mudah dihapal seperti tanggal lahir maupun urutan abjad.

Kedua, gunakan sandi yang unik

Penggunaan sandi yang unik diterapkan di setiap akun yang terhubung di ponsel. Seperti akun google, profil media sosial, e-commerce, dan lain-lain.

“Kalau di google, biasanya ada yang disebut Google Smart Lock. Nah, fitur ini memungkinkan kita mengamankan dan tracing semua sandi untuk akun online yang kita simpan. Pengelola sandi ini, otomatis membuat sandi acak,” jelasnya kepada Nomor Satu Kaltim, Kamis (3/9/2020).

Ketiga, aktifkan verifikasi 2 langkah

Yang paling penting kata dia, biasakan mengaktifkan verifikasi 2 langkah. Ini mencegah siapa pun yang berusaha mencoba akses ke akun google.

Selain itu, pastikan data pribadi kita terjaga privasinya. Terutama data yang biasa diberikan saat melakukan registrasi ke akun pihak ke 3. Seperti fintech atau e-commerce. Salah satunya, dengan melakukan transaksi yang benar dan jujur dari akun pribadi. Dengan data yang sesuai, bukan milik orang lain.

Keempat, cek izin akses aplikasi

Hario juga menyampaikan, rajin lah memeriksa izin akses aplikasi yang di instal di ponsel. Jangan sampai aplikasi bisa mengakses kontak, isi email,  mau pun foto pengguna yang sifatnya data sensitif.

Kelima, jangan klik link yang tidak jelas

Terakhir, jangan mudah tergiur untuk meng-klik link yang tidak jelas sumber dan keamanananya. Hal ini, sering terjadi di platform internet. Sehingga kewaspadaan diri patut ditingkatkan.

“Biasanya kebanyakan akun yang digunakan di media sosial, verifikasi dengan email dan nomor handphone yang aktif. Sewaktu-eaktu apabila lupa akun, atau ada akses mencurigakan yang masuk, kita bisa reset,” pesannya.

Lima Tips Menjaga Ponsel dari Peretasan
Hario Jati Setyadi (kiri) Dosen Sistem Informasi Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman (Unmul). (Sumber: Instagram pribadi @hario.js)

OTP Mulai Ditinggalkan

Tindak cyber crime lain yang sering terjadi, adalah peredaran nomor ponsel. Dan pembobolan kode one time password (OTP). Kode OTP adalah kode yang biasanya dikirim melalui SMS kepada nomor ponsel. Sebelum memulai transaksi pada aplikasi digital.

Kode OTP memang riskan dibobol. Bahkan di luar negeri, OTP menggunakan SMS sudah mulai di tinggalkan. Karena tidak sesuai standar  Strong Customer Authentication (SCA).

“Yang sempat ramai kemarin adalah bagaimana kode OTP disalah gunakan untuk kejahatan pada aplikasi WA dan SIM Swap,” ungkapnya.

OTP ke pesan instan jelas Hario juga tidak efektif. Karena kode OTP melalui pihak ke 3 kurang mendukung dari segi keamanan. Oleh karena itu, aplikasi mobile banking saat ini, sudah meninggalkan OTP. Dan beralih menggunakan identifikasi device.id. Seperti finger scan atau biometrik wajah.

“Tapi yang juga jarang menjadi perhatiaan adalah tidak aware-nya kita. Misalnya, dalam install aplikasi yang tidak resmi. Karena kemungkinan, bisa disusupi aplikasi jahat malware di dalamnya,” ungkap Hario.

Untuk itu, ia berpesan agar masyarakat semakin meningkatkan kehati-hatian dan kewaspadaan. Untuk meminimalisir peluang tindak kejahatan cyber crime. Di antaranya adalah tidak melakukan transaksi yang sifatnya finansial. Pada jaringan wifi publik. Karena beberapa tidak memiliki enkripsi data dan probabilitas celah keamanannya, cukup besar dimanfaatkan pihak yang tidak berwenang.

Pastikan melakukan update software pada browser dan aplikasi anti virus pada ponsel yang digunakan untuk update patch security. Bagi ponsel android, ungkap Hario, kebanyakan pengguna tidak aware tentang penggunaaan fitur kemananan akun googlenya. Seperti pemeriksaan keamanan. Dimana pengguna, bisa melihat sandi yang tersimpan atau dibobol. Dan bagaimana verifikasi 2 langkah dilakukan atau melihat akses pihak ke 3 yang berisiko.

“Cek perangkat yang sedang login dengan akun google kita. Dan cek kalau ada peristiwa keamanan yang terjadi di history. Kesemuanya adalah tindakan prefentif untuk menjaga keamanan data pada ponsel android,” terang Hario.

Ia juga menggarisbawahi perlunya edukasi dan meningkatkan kepedulian keamanan data pribadi untuk terhubung ke aplikasi.  (krv/yos)

Tinggalkan Balasan