Bupati Negatif COVID-19

1

Sakit di Berau, Menteri KP Diduga Positif

TANJUNG REDEB, DISWAY – Heboh, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo dikabarkan positif COVID-19, sepulang dari Bumi Batiwakkal. Tapi, Bupati Berau Muharram yang sempat berinteraksi dinyatakan negatif berdasarkan swab test.

Diketahui, Menteri KP baru saja melakukan perjalanan dari Makassar-Balikpapan dan ke Kabupaten Berau. Tepatnya di Kecamatan Maratua, belum lama ini.

Bupati Berau Muharram, angkat bicara menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terkait menteri KP terpapar COVID-19.

Muharram membenarkan, yang bersangkutan positif COVID-19. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri KP, Kamis (3/9) pagi melalui sambungan telepon.

“Yang bersangkutan positif informasinya. Dan kebetulan Pak Menteri pulang lebih awal dari jadwal yang ditentukan,” ujarnya kepada Disway Berau, Kamis (3/9).

Mendengar informasi menteri KP diduga positif COVID, dirinya langsung melakukan swab test untuk memastikan kondisi kesehatan, sebagai langkah antisipasi.

“Saya sudah swab, dan Alhamdulillah hasilnya negatif COVID-19,” katanya.
Selain dirinya, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, M Gazali juga melakukan swab. Hal itu diungkapkan langsung oleh Muharram.

“Ya karena yang bersangkutan juga hadir di kegiatan Maratua, jadi beliau juga inisiatif untuk swab, meski tidak bersentuhan,” ungkapnya.
Diungkapkan Muharram, Menteri KP Edhy Prabowo, mulai 20 Agustus lalu melakukan perjalanan dinas ke beberapa daerah di Indonesia.
“Itu informasi yang saya peroleh dari beliau,” tuturnya.

Pada saat di Maratua, tepatnya Selasa, 1 September 2020, Menteri KP tidak ikut makan malam bersama. Dikarenakan kondisi kesehatannya mulai menurun. Kemudian, paginya (2/9), Pak menteri dijadwalkan untuk buka acara. Namun harus digantikan oleh dirjen.

“Pak menteri bilang ke saya kalau Dia dipanggil presiden. Makanya pulang cepat,” ungkapnya.

Muharram menyebutkan, saat bersama menteri KP, secara klinis yang bersangkutan tampak bercucuran keringat.
“Dokter Jimmy bilang kalau kondisi pak menteri seperti tidak sehat,” tegasnya.

Kepulangan Menteri KP Edhy Prabowo lebih cepat dari jadwal sebelumnya, sehingga pada Kamis (3/9), kegiatan diwakili oleh beberapa Dirjen.
“Beliau carter pesawat Rabu untuk kembali dan pulang lebih awal,” jelasnya.

Sementara ada capture percakapan beredar di salah seorang pekerja di resort Maratua, melakukan konfirmasi langsung dengan salah satu staf khusus Menteri KP, Andreu, bahwa informasi Menteri KP positif tidak benar. Disampaikan Andreu dalam percakapan WhatsApp tersebut, bahwa Menteri KP hanya istirahat saja karena kelelahan.

Selain kabar tentang terpaparnya menteri KP. Dirinya juga mendapat kabar bahwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Andi Marewangeng diduga terpapar COVID-19.

“Saya juga ada dengar informasi itu. Katanya Kadis PU positif,” sebutnya.
Atas kejadian itu, Kepala Dinas PU meminta izin ke dirinya untuk tidak masuk kerja dan meliburkan pegawai di instansinya.

“Dilihat dari kondisi itu, saya mempersilakan untuk libur dulu,” ujarnya.
Muharram menyebutkan, Kepala Dinas PU, cukup sering berangkat ke Makassar untuk menyelesaikan kuliahnya. Dengan banyaknya pegawai yang terpapar COVID-19, dirinya telah membuat surat terkait work from home (WFH).

“Jadi nanti akan ada WFH lagi dengan kondisi seperti yang lalu,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 terjadi lagi. Bahkan, muncul klaster baru.

“Hari ini bertambah delapan pasien terkonfirmasi di Berau, 2 di antaranya dari klaster Gang Jeruk, 3 dari klaster pertanahan dan 3 lainnya dari pelaku perjalanan,” katanya.

Adapun dua pasien tambahan dari klaster Gang Jeruk adalah MRS (4) warga Gang Jeruk dan DTA (3) warga Kampung Tanjung Batu.
“Mereka berdua adalah balita dengan kode Berau-146 dan Berau-147,” sebutnya.

Selanjutnya, 3 orang klaster pertanahan adalah HBS (30) warga Sambaliung kontak erat Berau-145. Kemudian, HS (24) dan MP (55).

“Ketiga orang itu adalah Berau-148, Berau-149 dan Berau-150. Mereka juga merupakan keluarga dari Berau-145,” imbuhnya.

Lanjut Iswahyudi, NH (34) warga Teluk Bayur dengan kode Berau-151, SHA warga Tanjung Redeb dengan kode Berau-152 dan TN (36) selanjutnya disebut Berau-152.

Selain penambahan pasien terkonfirmasi, pihaknya juga merilis dua pasien yang dinyatakan selesai isolasi. Yakni, MS (23) warga Kelurahan Bugis atau Berau-104 dan RY (22) warga Kelurahan Bugis dengan kode Berau-111.

Dengan demikian, jumlah pasien terkonfirmasi di Berau ada 153 dan 43 di antaranya masih menjalani perawatan.

“Semoga ini cepat berlalu. Dan Berau bisa bebas dari COVID-19,” Pungkasnya.*/fst/app



Share this :

Leave A Reply