Kasus Pemancing Meninggal di Taman Bekapai, Polisi Pastikan Akibat Tenggelam

0

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Kasus meninggalnya seorang pria di kolam Taman Bekapai bernama Ali Musa (25) pada Rabu (2/9/2020) sekitar pukul 05.30 wita, menemui titik terang. Hasil penyelidikan kepolisian menyatakan bahwa Musa meninggal karena tenggelam di dalam kolam air mancur Taman Bekapai.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Agus Arif Wijayanto mengatakan, pihaknya telah melakukah olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi. Di mana hasil keterangan serta sejumlah fakta yang didapat di lokasi kejadian, bahwa benar korban tenggelam di dalam kolam tengah.

“Kami sudah periksa di kolam tersebut memang benar ditemukan ada bekas jaring atau jala di dalam situ, lalu ada bekas guratan-guratan yang menandakan korban pas mencoba menyelam tapi enggak bisa keluar karena tidak menemukan pintu keluar,” ujarnya, Kamis (3/9/2020).

Lanjut Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, saksi juga membenarkan bahwa malamnya mereka tengah pesta miras bersama. Sampai pada pukul 03.00 Wita, korban mengajak temannya bernama Firman untuk memancing ikan di kolam tersebut. Namun mereka tidak mendapatkan satupun ikan. Hingga akhirnya korban memutuskan untuk menjaring ikan menggunakan jala dan masuk ke kolam yang dalamnya mencapai 2 meter.

“Korban mengajukan diri untuk menyelam. Di mana posisi di bawah pancuran itu ada bagian dalamnya. Ada rongga ruangan bentuk lingkaran. Jadi tingginya itu sekitar 2 meter 25 senti,” jelasnya.

Diduga korban mengetahui betul seluk beluk Taman Bekapai. Sebab ia mengetahui bahwa di tengah kolam tersebut ada rongga ruangan yang di atasnya ditutup ram besi. Korban bahkan mengetahui ram besi mana yang bisa terbuka. Korban pun berencana masuk menyelam ke dasar untuk menjaring ikan, namun sempat dilarang oleh temannya.

“Mungkin korban karena sering ke sana dia tahu kalau ada pintu bukaan. Dia ngomong ke temannya akan menjala ikan masuk ke dalam. Sudah dilarang sama temannya tapi dia maksa masuk, lalu korban menyelam dengan membawa jala. Kondisi kolam airnya keruh,” ujarnya.

Nahas, saat menyelam dan menjala ikan, korban tidak muncul lagi di permukaan. Diduga korban tidak menemukan jalan keluar lantaran air yang keruh. Korban juga diduga mengalami luka sobek pada pundaknya akibat tergores oleh pecahan keramik rusak.

“Diduga setelah masuk dia lupa di mana pintu keluarnya. Sehingga korban mencari-cari di mana pintunya. Ini terlihat dari guratan yang terkelupas. Di situ ada keramik yang rusak dan itu cukup tajam. Jadi pas mau coba naik ke atas tapi terbentur rangka besi, jadi kemungkinan besar pundaknya tergores oleh itu. Lukanya juga bukan luka menembus tapi luka goresan,” tambahnya.

Lama tak muncul ke permukaan membuat kawannya yakni Firman curiga. Ia pun mencoba mencari temannya namun tidak ketemu. Kemudian Firman memanggil rekan-rekannya yang lain untuk menolong Ali Musa.

“Temannya coba masuk tapi sebatas badan saja, mencoba cari pakai kaki tapi enggak ketemu. Akhirnya dia teriak minta tolong sama temannya. Tapi dia enggak menyelam, hanya di pintu masuk saja. Temannya satu lagi seperti menyenggol sesuatu, akhirnya ditarik dan sudah meninggal,” jelasnya lagi.

Ditanya soal gunting yang ditemukan di lokasi kejadian, Agus mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan percobaan. Hasilnya tak ada tanda-tanda bekas ditemukannya darah ataupun bekas tusukan ke tubuh korban. Sehingga dari semua bukti dan fakta yang ada lalu mencocokkan keterangan tujuh saksi yang diperiksa, korban kemungkinan kuat memang tewas karena tenggelam.

“Terhadap gunting yang kami temukan sudah kami lakukan uji coba dengan cairan kimia apalah ada darahnya atau tidak. Tapi tidak ditemukan darah. Tapi masih kami dalami lagi,” tutupnya. (Bom/zul)

Bagikan:

Leave A Reply