Olah TKP Taman Bekapai, Polisi Periksa Lima Saksi

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Pasca kejadian pemuda tenggelam di Taman Bekapai tepatnya di kolam air mancur pada Rabu (2/9/2020) sekitar pukul 05.30 wita, petugas kepolisian dari Polresta Balikpapan langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui pasti penyebab meninggalnya pemuda tersebut.

Pasalnya jika dilihat dari lokasi kejadian, kecil kemungkinan korban meninggal karena tenggelam. Selain itu juga, dari lokasi kejadian sempat ditemukan beberapa barang bukti benda tajam seperti gunting dan sebilah badik.

“Pukul 05.00 Wita Polresta Balikpapan mendapat kabar ada penemuan mayat di Taman Bekapai. Informasi awal korban meninggal lantaran tenggelam di kolam air,” ujar Kanit Jatanras Polresta Balikpapan, Iptu Rhondy Hermawan di lokasi kejadian sekitar pukul 10.30 Wita.

Lanjut Rhondy, dari kejadian tersebut pihaknya telah memeriksa saksi-saksi yang berada di TKP dan sempat menolong korban yang jasadnya ditemukan di dalam kolam air mancur.

“Dari keterangan saksi-saksi yang sudah kita periksa ada 5 orang. Dari keterangan mereka korban sebelum meninggal meminum minuman keras kemudian memancing dan tenggelam,” jelasnya.

Disinggung mengenai adanya dugaan pembunuhan, Rhondy tidak ingin gegabah. Pihaknya menunggu hasil olah TKP selesai dan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan timnya. Apakah memang korban meninggal murni tenggelam atau ada motif lain.

“Sementara kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut dan mencari bukti lain di TKP, karena ada dugaan kasus 338 (Pembunuhan, Red.),” tambahnya.

Dari hasil sementara yang diperoleh polisi dalam pemeriksaan, diketahui saat itu korban yang dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol tengah memancing ikan di dalam kolam air mancur bersama rekannya bernama Firman. Namun entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba korban sudah tenggelam di tengah kolam. Firman pun lari memanggil sejumlah temannya meminta bantuan menolong korban.

“Karena korban sendiri hanya berdua dan tiba-tiba tenggelam. Di sekitar TKP hanya gunting saja tapi pisau yang diamankan lumayan jauh jaraknya, sehingga belum bisa mengarahkan ke sana. Ini masih dugaan saja. Karena air di kolam ini juga dangkal,” ujarnya.

Sementara dari hasil visum jasad korban, Rhondy menjelaskan memang terdapat luka-luka di bagian tubuh korban, hanya saja luka tersebut bukan luka mematikan.

“Dari jasad korban memang ada luka di bagian bahu, tapi bukan merupakan luka mematikan,” tutupnya. (Bom/zul)

Komentar