Kunjungan Wisata PPU Tinggi di Masa Pandemi

Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2020). (Robbi/Disway Kaltim)

PPU, nomorsatukaltim.com – Tingkat kesadaran masyarakat untuk menghindari kerumunan belum juga tumbuh. Di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tak sedikit warga yang masih mengunjungi objek wisata di masa pandemi.

“Memang agak sulit juga membendungnya,” kata Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Andi Israwati Latief ditemui Disway Kaltim, Rabu (2/9/2020).

Aturan telah dikeluarkan. Sejak sekira April lalu. Mengacu pada surat edaran bupati PPU. Bahwa tempat usaha untuk diminta berhenti beroperasi sementara. Yang berpotensi ramai. Selain pasar. Pun masyarakat ditegaskan untuk menaati protokol kesehatan (prokes).

“Kami menerbitkan surat imbauan. Juga membuat spanduk imbauan di setiap objek wisata. Mengimbau teman-teman pengelola untuk tidak membuka dulu. Untuk bersabar dulu,” jelasnya.

Sosialisasi juga terus digalakkan. Sampai melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) tiap objek.

Namun upaya-upaya itu kenyataannya tak juga diindahkan. Masih ada beberapa objek yang tetap buka. Tingkat kunjungannya tinggi pula. Tapi Disbudpar tak bisa melakukan penindakan tegas.

“Tidak mungkin juga kami langsung memulangkan mereka yang datang,” tandas Andi.

Ia menuturkan, penindakan bukan lagi menjadi tanggungjawabnya. Karena setiap surat yang sampaikan ke pengelola itu, ditembusi juga ke Polres, Kodim, Satgas COVID-19, dan Satpol-PP.

“Nah, untuk sanksi itu bukan hak kami lagi untuk melakukan hal tersebut. Karena kami punya masing-masing tugas,” tegasnya.

Yang pasti, ia hanya bisa mengimbau saja. Jangan dulu untuk buka dan datang ke tempat keramaian.

Andi berkisah, secara pribadi jika ada kawan-kawannya yang ke objek wisata langsung ia tegur.

“Langsung saya japri (pesan pribadi). Ayo dong, jangan dulu datang. Sama-sama kita sayangi keluarga. Itu selalu saya sampaikan,” pungkasnya. (rsy/ava)

Tinggalkan Balasan