Korupsi Pengadaan Ambulans Diskes PPU, Kejari Eksekusi Terdakwa Baru

0

Penajam, nomorsatukaltim.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara (PPU) mengeksekusi NH. Yang tersangkut dalam kasus korupsi pengadaan mobil ambulans di Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Kita melaksanakan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA). Nomor putusan 1544K/Pidsus/2014,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) PPU, Guntur Eka Permana dalam konferensi pers, Selasa (1/9).

Kasus ini sudah lama. Tahun 2010 lalu. Tapi surat putusan baru diturunkan ke Kejari PPU tahun ini. Putusan pengadilan sendiri pada 2015 lalu.

Terdakwa mengajukan kasasi. Yang akhirnya ditolak oleh pengadilan. Dikenakan UU Tipikor Pasal 9 Jo Pasal 18. Tentang pemalsuan dokumen. Ia divonis 1,6 tahun kurungan. Total kerugian negara Rp 258 juta. “Maka hari ini kita jalankan eksekusinya. Semua berjalan lancar,” imbuhnya.

NH ialah kontraktor CV Rahmat Jaya selaku pelaksana proyek. Kasus mulai diperiksa Kejari PPU pada 2012. Ada empat terdakwa sebelumnya. Di antaranya, oknum di Dinas Kesehatan. Lalu pengguna anggaran, yang juga Petugas Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan dua orang sebagai pemeriksa barang. “Jadi total ada lima terdakwa. Putusan Mei 2015. Tapi baru disampaikan tahun ini secara resmi ke kami,” sebutnya.

Prosesnya memang memakan waktu. Karena ada pengajuan kasasi dari terdakwa. Lalu laporan proses di Kejari juga menumpuk.

Surat permohonan baru sampaikan ke MA terkait pengembangan perkara. Barulah Kejari PPU menerima berkasnya. Rangkaian jawaban dari surat yang dikirimkan. Adapun keempatnya telah menjalani proses hukum dan sekarang sudah bebas.

Modus korupsi mobil ambulans ini ialah pemalsuan dokumen. Semua dokumen pengadaan sudah ditandatangani terlebih dahulu. Pembayarannya juga sudah dilakukan 100 persen pada 2010. Tapi barangnya tidak ada.

Mobil ambulan itu baru tiba di PPU pada Maret 2011. “Jadi awal penyelidikan menemukan tindak korupsi. Tapi kerugiannya belum bisa ditentukan karena barangnya belum ada,” urai Guntur.

Selanjutnya terdakwa akan langsung dikirim ke rumah tahanan (rutan) Tanah Grogot, Paser. Setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan rapid tes COVID-19. (rsy/eny)

Share this :

Leave A Reply