Kelay dan Maratua Belum Terdata

0

Jageer, salah satu produk unggulan kampung di Kabupaten Berau.(Renata/Andini)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Potensi atau produk unggulan kampung masih proses pendataan. Sejak tahun 2019. Dari 13 kecamatan di Berau, 2 kecamatan belum terdata. Yaitu Kecamatan Kelay dan Maratua.
Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran Hasil Usaha Produk Unggulan Kampung.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Sriyani, mengaku, pendataan terkendala anggaran yang terpotong. Dialihkan untuk penanggulangan COVID-19.

“Pendataan potensi unggulan kampung di 11 kecamatan sudah. Sebanyak 252 produk. Yaitu kerajinan tangan, wisata, pakaian, olahan makanan, serta komoditas dari kelompok tani,” ujarnya, Selasa (1/9).

Produk dari 100 kampung di Berau, tambahnya, didata untuk mengetahui apakah kampung sudah memaksimalkan penggunaan dana kampung atau tidak. Sebab, dana kampung yang diberikan melalui dana desa dan alokasi dana kampung dari APBD, salah satu sasarannya adalah pengelolaan produk unggulan kampung.

Sriyani mengungkap, beberapa kampung masih kecil dalam mengalokasikan dana untuk pemberdayaan produk. “Per tahunnya tidak mencapai 5 persen. Seharusnya 10 persen. Misalkan pagu anggaran Rp 1,5 miliar, minimal ada Rp 150 juta untuk pemberdayaan,” katanya.

Padahal jika dana kampung bisa dialokasikan untuk pemberdayaan, sebutnya, dapat meningkatkan produksi dan kualitas produk. Tetapi masih ada kampung yang belum menemukan potensi unggulannya.

“Padahal kampung bisa menciptakan pelatihan sendiri. Karena dana kampung prioritasnya itu. Misalkan kampung yang di daerah pesisir. Cari orang yang bisa membina mengelola ikan. Atau membeli alat untuk menyokong produksi,” jelasnya.

Selain alokasi anggaran, tambah Sriyani, produk kampung juga terkendala pengemasan. Sehingga susah bersaing dengan kabupaten/kota lainnya. “Pemasaran produk unggulan saat pameran di luar daerah, masih perlu memperbaiki kemasan,” tandasnya. (RAP)

Share this :

Leave A Reply