Kawal Eksistensi UMKM dengan UCCB

1

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Memulihkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu cara menumbuhkan konsumsi lokal. Juga menggairahkan sektor tersebut. Yang artinya meningkatkan ekonomi dari dan untuk masyarakat. 

Pemerintah Kota Balikpapan melakukan upaya itu. Mempermudah akses pelaku UMKM. Dengan cara memfasilitasi pelaku usaha melalui UMKM Care Center Balikpapan (UCCB). Langkah ini bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur.

UCCB tersebut melibatkan sarana untuk memfasilitasi UMKM dengan lembaga keuangan. Terutama yang terdampak COVID-19. Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perindustrian UMKM dan Koperasi Balikpapan Yusuf mengatakan, apabila UMKM mengalami kendala permodalan dan pemasaran dapat melakukan konsultasi pada forum yang telah dibuat instansi ini.

“UCCB terbagi menjadi 4 bidang. Yaitu bidang keuangan dan perbankan, bidang promosi dan akses pemasaran UMKM, bidang penguatan kelembagaan dan SDM, dan bidang pengembangan usaha dan pembinaan,” jelas Yusuf dalam launching di kantor wali kota Balikpapan, Selasa (1/9) siang.

Di masa beberapa sektor sangat terpukul. Sektor yang juga terdampak adalah UMKM. “UMKM rata-rata terdampak. Dimana 40 persen mengeluhkan omzet karena daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.

Karena itu, dengan hadirnya UCCB ini dapat menjadi partner dan advisor UMKM dalam menjaga daya tahan dan mendorong daya saing (competitiveness) usaha.

Peresmian UCCB dilakukan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi. Disaksikan seluruh anggota UCCB yang melibatkan perbankan, lembaga keuangan non bank dan perguruan tinggi. Serta disaksikan secara daring oleh ratusan pelaku UMKM, media, maupun masyarakat secara umum.

Wali Kota Rizal Effendi mengatakan, bahwa resesi tahun 1998 lalu UMKM salah satu sektor yang menyelematkan ekonomi. “Pengalaman kita resesi penyelamatnya UMKM. Pandemi ini hampir semua sektor kena. UMKM mau bangkit tidak gampang,” ucapnya.

Melalui UCCB ini UMKM dapat bangkit. Ia mengakui untuk menyelamatkan UMKM tidak mudah di tengah pandemi COVID-19 ini. “Kebijakan pemerintah untuk menggerakkan ekonomi sudah dilakukan. Dengan UCCB kita mengawali dan menggerakkan lagi UMKM di masa pandemi,” tukasnya.

Ia mengakui saat pelonggaran aktivitas dilakukan jumlah kasus terkonfirmasi positif mengalami kenaikan. Bahkan kemungkinan aktivitas malam hari. “Itu dilakukan untuk menekan angka kasus COVID-19,” imbuh Rizal Effendi.

Selain itu, Rizal mengajak pada seluruh masyarakat untuk bahu membahu menggerakan ekonomi dan disiplin protokol kesehatan agar angka kasus terkonfrimasi positif tidak mengalami penambahan. “Sekarang ini angka yang terkonfirmasi positif hampir 2.000. Kemarin (31/9) sudah nambah 50 kasus,” pungkasnya. (fey/eny)

Share this :

Leave A Reply