Genjot Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

GUBERNUR Kaltara Irianto Lambrie menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (1/9) siang.(HUMAS PEMPROV KALTARA)

TARAKAN, DISWAY – Realisasi APBD provinsi maupun kabupaten dan kota, menjadi perhatian utama dalam memicu peningkatan perekonomian daerah pada saat dan pascapandemik.

Ini disampaikan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo secara virtual di ruang pertemuan VIP Bandara Juwata Tarakan, Selasa (1/9) siang.

Disebutkan Irianto, realisasi APBD juga menjadi perhatian Presiden pada ratas tersebut. “Presiden menegaskan agar realisasi APBD menjadi perhatian harian para gubernur. Selanjutnya, para gubernur harus memperingatkan para bupati dan wali kota untuk mempercepat realisasi APBD, guna meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat pada tahun ini, atau selama masa pandemi,” kata Irianto.

Gubernur juga akan berupaya untuk melecut pertumbuhan ekonomi Kaltara pada kuartal III tahun ini. “Arahan Presiden harus ada rebound, jangan terkontraksi lagi. Minimal ada peningkatan pada kuartal III ini, meskipun itu masih minus,” ujarnya.

Di Kaltara, juga akan dimaksimalkan realisasi dari setiap program jaring pengaman sosial. Yang diluncurkan pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan pemerintah daerah.

“Setiap program jaring pengaman sosial yang dikucurkan pemerintah pusat, harus direalisasi dengan baik. Sebab, ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengungkit perekonomian masyarakat, utamanya yang terdampak,” ujarnya.

Adapun program jaring pengaman sosial dimaksud, di antaranya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan lainnya.

Terkait masalah penyaluran program jaring pengaman sosial, utamanya bantuan sosial dari APBD, dari 34 provinsi terdampak, yang realisasinya mencapai 100 persen adalah Kaltara.

“Agak terkejut saat melihat paparan realisasi APBD per provinsi per 27 Agustus 2020 yang disajikan Presiden tadi. Ternyata realisasi bansos APBD Kaltara sudah 100 persen,” kata Irianto.

“Ini pencapaian luar biasa untuk mengungkit perekonomian Kaltara di masa pandemi (COVID-19) ini,” tambahnya.

Namun demikian, Irianto mencatat tingkat realisasi belanja barang dan jasa, serta modal masih perlu ditingkatkan. “Persentase realisasi kita, sesuai paparan Presiden tadi sekitar 36,1 persen untuk belanja barang dan jasa. Sedangkan untuk belanja modal baru mencapai 49,8 persen. Ini harus menjadi perhatian dan terus dipacu semaksimal mungkin,” tuturnya. HMS/REY

Komentar