Demonstran di Norwegia Sobek dan Ludahi Alquran

0
IMG 20200901 WA0019
Kerusuhan yang dipicu aksi pembakaran Alquran. (IST)

Oslo, nomorsatukalatim.com – Negara-negara Skandinavia dilanda kerusuhan yang dipicu oleh demonstrasi anti-Islam. Demo itu diwarnai dengan aksi membakar dan meludahi Alquran.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/8), sekitar 300 orang turun ke jalanan wilayah Malmo, Swedia, dengan aksi kekerasan yang meningkat seiring berlalunya malam.

Orang-orang itu menghadiri aksi anti-Islam yang masih terkait insiden sehari sebelumnya. Saat pengunjuk rasa membakar salinan kitab suci Islam tersebut.

Rasmus Paludan, pemimpin partai garis keras anti-imigran Denmark, melakukan perjalanan ke Malmo untuk berbicara dalam aksi anti-Islam itu, yang diadakan pada hari yang sama dengan ibadah salat Jumat.

Tetapi pihak berwenang mencegah kedatangan Paludan dengan mengumumkan bahwa dia telah dilarang memasuki Swedia selama dua tahun. Dia kemudian ditangkap di dekat Malmo.

“Kami menduga dia akan melakukan pelanggaran hukum di Swedia,” kata Calle Persson, juru bicara polisi di Malmo kepada AFP.

“Ada juga risiko bahwa perilakunya akan menjadi ancaman bagi masyarakat.”

Tetapi para pendukungnya tetap melanjutkan aksi. Kemudian tiga orang ditangkap. Karena dianggap menghasut kebencian rasial.

Paludan kemudian memposting pesan menyindir via Facebook.

“Dipulangkan dan dilarang masuk ke Swedia selama dua tahun. Namun, pemerkosa dan pembunuh selalu diterima!” tulisnya.

Paludan dikenal sudah berulangkali melakukan provokasi terhadap Islam.

Selain itu, demonstrasi serupa juga melanda ibu kota Norwegia, Oslo. Demonstrasi ini diwarnai aksi meludahi Alquran.

Kerusuhan di Oslo itu terjadi pada hari Sabtu waktu setempat. Insiden ini mendorong pihak berwenang untuk mengakhiri acara lebih awal.

Unjuk rasa yang diorganisir oleh kelompok Stop Islamization of Norway (SIAN) tersebut berlangsung di dekat gedung parlemen. Ratusan pengunjuk rasa tampak berkumpul, menabuh genderang dan meneriakkan, “Tidak ada rasis di jalanan kami.”

Situasi ini memuncak ketika seorang wanita anggota SIAN merobek halaman dari Alquran dan meludahinya.

Wanita yang sebelumnya telah didakwa dan dibebaskan atas dakwaan ujaran kebencian itu mengatakan, “Lihat, sekarang saya akan menodai Alquran.”

Hampir 30 orang ditangkap. Bentrokan kemudian meletus. Dengan diwarnai aksi melemparkan telur ke anggota SIAN dan demonstran mencoba melompati barikade polisi.

Beberapa pengunjuk rasa juga mulai menendang mobil van polisi dan memanjat kap kendaraan.

Pihak berwenang menggunakan semprotan merica dan gas air mata untuk memisahkan kelompok-kelompok lawan, yang pada akhirnya mengakhiri demonstrasi SIAN lebih awal.

Polisi menangkap 29 orang. Beberapa di antaranya adalah anak di bawah umur. (dtk/qn)

Sumber: https://news.detik.com/internasional/d-5154516/gempar-di-skandinavia-saat-Alquran-diludahi-dan-dibakar/2

Share this :

Leave A Reply