Berau Sedang Pendataan

Tanjung Redeb, Disway – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kuota gratis kepada murid dan guru, sebagaimana penunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kuota gratis berdasarkan surat edaran Kemendikbud dengan nomor surat 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet bagi Peserta Didik. Bantuan yang diberikan sebesar 35 Giga Byte (GB) per bulan untuk siswa dan guru sebesar 42 GB per bulan. Kemudian, mahasiswa dan dosen juga akan diberikan kuota internet sebanyak 50 GB per bulan, selama 4 bulan. (selengkapnya lihat grafis)

Lalu bagaimana dengan Kabupaten Berau?

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, mengaku, terkait kuota gratis telah disampaikan ke seluruh sekolah di Bumi Batiwakkal, yang masih berada di bawah naungan Kemendikbud dan Disdik, untuk memproses bantuan dari pusat langsung.

Lantaran, bantuan kuota bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, tapi anggaran pemerintah pusat. Begitu juga dengan penyaluran yang dilakukan, secara langsung menuju nomor telepon masing-masing penerima kuota.

“Kementerian memaparkan, besaran dana tota yang dialokasikan periode pemberian bantuan September-Desember 2020 yaitu Rp 7,2 triliun, nah untuk khusus Berau sendiri, kami tidak tahu dan tidak ada informasi untuk itu rinciannya,” terangnya kepada Disway Berau.

Suprapto menjelaskan, saat ini sekolah-sekolah sedang melakukan pendataan melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah masing-masing. Itu merupakan sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan merupakan sumber utama pendidikan nasional.

Melalui Dapodik lah, Kemendikbud akan menyalurkan berapa besaran bantuan yang akan dialokasikan pada siswa dan guru. Sedangkan untuk kondisi kampung yang tidak menggunakan daring, keputusan tersebut semuanya berasal dari pusat. Sebab, dari sistem Dapodik, titik koordinat juga akan masuk dan pusat dapat memilih.

Data dari Disdik, calon penerima bantuan menurut banyaknya Sekolah Dasar (SD) di Berau yaitu sebanyak 173 sekolah per Juni 2020. Dengan total siswa sebanyak 32.766 siswa. Kemudian untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu sebanyak 63 sekolah, totalnya sebanyak 13.196 siswa.

Sedangkan jumlah guru yang ada di Kabupaten Berau 3.378 guru.

Untuk Berau, sementara masih ada pembelajaran melalui daring dan luring. Pembelajaran daring diutamakan pada 4 kecamatan kota yang masih berstatus zona merah yaitu Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur.

SD yang berada di Tanjung Redeb sebanyak 27 SD, Gunung Tabur sebanyak 16 SD, Sambaliung 31 SD, dan Teluk Bayur 12 SD. Untuk total SMP di Tanjung Redeb sebanyak 12 SMP, Gunung Tabur 12 SMP, Sambaliung 8 SMP dan, Teluk Bayur 3 SMP.

Seluruh sekolah di Indonesia diwajibkan memasukkan data sebelum 31 Agustus, namun kebijakan tersebut berubah dengan batas waktu hingga 11 September.

“Kami akan mengingatkan lagi kepada sekolah untuk cepat masukan data murid dan guru, agar semua bisa mendapatkan bantuan dengan baik,” tutupnya.

Terpisah, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Yuanita Sari mengatakan, pemberian bantuan kuota kepada siswa SMA di Kabupaten Berau, sesuai dengan arahan kementerian.

Yuanita tidak menyebutkan jumlah calon siswa penerima, namun untuk jumlah SMA di Berau sebanyak 19 sekolah, dan SMK sebanyak 14 sekolah.

“SMK juga kategorinya siswa, jadi dilakukan pendataan, sebab dalam surat tidak ada yang dibeda-bedakan antara SMA dan SMK,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Berau, Ahmadong mengakui, sedang melakukan pendataan hingga batas perpanjangan waktu sebanyak 11 September di sekolahnya.

Pihaknya akan merekap nomor ponsel dari masing-masing siswa, sesuai dengan tata cara yang diberikan. Lalu dengan melalui sistem dapodik akan dimasukkan secara keseluruhan, dan dikirim langsung ke Kemendikbud.

“Kami merespons baik adanya bantuan ini, sebab siswa memang membutuhkan. Tidak ada yang kami bedakan, mau mampu atau kurang mampu tetap kami input semua nomor teleponnya,” tutupnya.

Sedangkan data sementara yang mereka miliki yaitu sebesar 638 siswa jenjang kelas terendah hingga teratas. Untuk guru, masih berproses. */RAP/APP


Komentar