Bantuan Sembako untuk Pelaku Parekraf

BUPATI Berau, Muharram memberikan bantuan sembako dari Kemenparekraf kepada perwakilan pelaku usaha parekraf.

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan bantuan bahan pokok kepada pelaku usaha parekraf terdampak COVID-19.

Total bantuan untuk Kalimantan Timur 7.000 paket sembako, sementara khusus di Kabupaten Berau mendapatkan jatah 1.610 paket. Bantuan diserahkan secara simbolis Bupati Berau, Muharram kepada perwakilan pelaku usaha parekraf di Mapolres Berau, Senin (31/8).

Dalam laporannya, Kasubbag Program dan Penganggaran Kemenparekraf, Asni Nuraidi Sitorus, pariwisata merupakan sektor pertama yang berdampak akibat adanya pandemik COVID-19. Karena penghasilan utama dari sektor ini adalah keramaian wisatawan yang berkunjung. Dengan adanya pandemik, sejumlah pintu masuk pun ditutup untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas.

“Darat, laut dan udara ditutup. Hingga akhirnya tidak ada wisatawan yang berkunjung. Akibatnya pariwisata mengalami penurunan yang sangat drastis secara global,” jelasnya.

Saat ini, disampaikan bahwa, pembukaan destinasi wisata sudah mulai dijalankan. Namun diingatkan agar setiap daerah bisa memperketat protokol kesehatan di masing-masing destinasi wisata. Meskipun dalam kondisi pandemi saat ini, tentu diharapkan sektor pariwisata bisa tetap berkembang.

“Protokol kesehatan ini sebagai modal kuat kita untuk menghidupkan kembali sektor wisata. Semoga dengan bantuan yang diberikan ini bisa memberikan dukungan kepada pelaku usaha parekraf,” ujarnya.

Sementara Bupati Berau, Muharram memberikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan. Ia berharap agar bantuan-bantuan seperti ini tidak berhenti. Mengingat masih banyak masyarakat yang terdampak akibat pandemi yang terjadi.

“Tentu kita berharap ada bantuan dari kementerian lainnya,” harapnya.
Diakui bahwa sektor pariwisata saat ini mengalami penurunan yang sangat besar. Tentu pemerintah harus menyusun strategi yang tepat agar sektor potensial ini bisa kembali berkembang.

“Langkah yang bisa dijalankan saat ini yaitu perketat dalam protokol kesehatan. Paling aman yang bisa dilakukan adalah memakai masker. Sebagai antisipasi penularan ataupun menularkan. Kita harap pariwisata bisa kembali normal,” pungkasnya. HUMAS/APP

Komentar