Saham TRJA Laris Manis, Kelebihan Permintaan 82,68 Kali

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – PT Transkon Jaya Tbk. (TRJA) resmi melepas 375 juta saham atau 24,83 persen yang dilepas ke publik. Dengan harga Rp 250 per lembar saham.

Hal itu setelah perusahaan penyewaan kendaraan berdomisili di Balikpapan, Kalimantan Timur ini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan tercatat di bursa saham maka Transkon Jaya menjadi perusahaan terbuka pertama melalui BEI Perwakilan Kalimantan Timur.

Saham TRJA Laris Manis, Kelebihan Permintaan 82,68 Kali
Presdir PT Transkon Jaya Tbk Lexi Roland Rompas (kanan) dan Komisaris Komisaris Hadi Sukanto memegang sertifikat pencatatan perdana saham perseroan di BEI, Jakarta, Kamis (27/8/2020). (Transkon Jaya)

Selama masa penawaran umum yang berlangsung pada 14, 18 dan 19 Agustus 2020, saham TRJA banyak diminati. Dengan adanya kelebihan permintaan sekitar 82,68 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan.

Presiden Direktur PT Transkon Jaya Lexi Roland Rompas mengatakan, sehari sebelum melantai perusahaan mendapat kabar proyek baru. Proyek itu berasal dari pelanggan baru yang berada di Halmahera, Maluku Utara.

“Ini akan menjadi penambahan aset sekitar Rp 45 miliar bagi Transkon. Tentu menjadi berita baik bagi investor dan calon investor,” terangnya, Kamis (27/8). Sementara dana dari IPO, kata Lexi, 70 persennya akan digunakan untuk pembelian kendaraan baru. Sisanya sebagai modal kerja.

Sebelum mendapat proyek baru, Transkon sudah berniat mengepakkan sayap bisnis di luar Kalimantan. Yang menjadi target utamanya adalah Sumatera dan Sulawesi.

Dengan menyandang status sebagai perusahaan terbuka. Kata dia, akan menjadikan perseroan ini untuk selalu menerapkan prinsip good corporate governance dalam setiap langkah yang diambil.

Baca Juga: Resesi Tak Pengaruhi Proyeksi Keuangan Transkon Jaya

“Diharapkan perseroan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berkembang dan tumbuh menjadi lebih besar yang tentunya dengan dukungan masyarakat sebagai salah satu pemegang saham perseroan,” ujarnya.

Meskipun kondisi perekonomian nasional melesu sebagai akibat pandemi COVID-19, pihaknya tetap optimis bahwa bisnis penyewaan kendaraan light vehicle (LV) masih memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

Corporate Secretary Alexander Syauta menjelaskan, adanya pelanggan baru menjadi bukti perusahaan tetap produktif dan prospektif. Meski Indonesia tengah dilanda pandemi COVID-19.

Sementara itu, kinerja perusahaan baik sewa kendaraan ataupun penyediaan internet selalu naik dalam tiga tahun terakhir. Seperti diketahui, selain bergerak di rental kendaraan, Transkon juga sebagai internet provider. Yang juga sudah melayani banyak klien di berbagai sektor.

Pada 2017, pendapatan dari sewa kendaraan sebesar Rp 227,6 miliar dan internet Rp 5,9 miliar. Setahun kemudian keduanya meningkat menjadi Rp 317,9 miliar untuk rental dan Rp 8,1 miliar jasa penyedia internet.

Tahun lalu pun demikian. Yaitu, Rp 389,8 miliar penyewaan dan Rp 11,7 miliar layanan jaringan. “Prospek bisnis kegiatan usaha kami ke depan ada tiga, yaitu perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, perencanaan energi nasional, dan program penggunaan biodiesel,” jelasnya.

Perseroan yang berdomisili di Balikpapan ini telah bergelut di bisnis penyewaan kendaraan LV selama hampir 20 tahun di Kalimantan. Selain itu perseroan juga mempunyai bisnis penyedia layanan jaringan internet yang menyasar wilayah terpencil di wilayah Kalimantan dengan fokus pelanggan dari sektor korporasi maupun retail. (fey/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Komentar