Pedagang Sempat Mengeluh, Senin Pasar Rapak Dibuka Lagi

Suasana Plaza Rapak yang ditutup sementara hingga hari ini. Sejumlah pedagang sempat menyampaikan keluhannya. Mereka lebih takut tak punya penghasilan, ketimbang wabah corona. (Andi Muhammad Hafizh/ nomorsatukaltim)

Balikpapan, nomorsatukaltim.com– Pedagang Pasar Rapak Plaza menolak kebijakan penutupan sementara. Ini menyusul ditemukannya 17 kasus positif saat tes swab massal 21 Juli lalu. Untuk mengantisipasi merebaknya kasus corona, Pemkot Balikpapan melakukan penutupan sementara mulai 31 Juli. Pasar Rapak Plaza dianggap zona merah.

Pedagang pasar tidak setuju. Mereka ramai-ramai menyampaikan keluhannya. Aspirasi mereka disampaikan ke pihak pengelola Plaza Rapak. Aksi menolak kebijakan penutupan sementara itu disampaikan melalui Persatuan Pedagang yang diketuai Andi Ridwan. “Kami meminta supaya pasar beroperasi seperti biasa. Normal-normal saja,” katanya, Sabtu (1/8).
Menurutnya, para pedagang sangat bergantung dari mata pencaharian mereka di pasar tersebut. Ridwan menyebut jika selama ini pedagang taat aturan. Mulai dari menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan sejumlah aturan protokol COVID-19.

Hal itu sejalan dengan pihak pengelola yang secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan. Mewajibkan pengunjung menggunakan masker. “Kita sudah siapkan keperluan itu. Semua toko menyiapkan,” tegasnya.

Menurutnya, pemkot tidak hanya perlu membuat kebijakan penutupan, namun harus dibarengi solusi bagi pedagang. Karena mereka terimbas dari sisi beban moril, sosial dan ekonomi. “Kalau misalnya ada bantuan untuk pedagang Rp 1 juta, tidak masalah. Kecewa sekali,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku sudah mendengarkan aspirasi pedagang itu. Apa yang disampaikan pedagang akan menjadi perhatian Pemkot Balikpapan dalam menangani penambahan kasus positif COVID-19. Yang melibatkan puluhan pedagang di mal tersebut.

Rizal sudah mendapat laporan terakhir bahwa para pedagang yang menyampaikan aspirasinya sudah bisa menerima keputusan pemerintah untuk menutup sementara Mal Rapak Plaza sampai Senin (3/7). “Nanti kalau ada lagi (kasus positif) jangan semuanya ditutup,” ungkapnya.
Ia berharap, setelah tiga hari penutupan sementara akan berdampak baik bagi proses pencegahan penularan antar pedagang dan pengunjung di pasar tersebut. “Saya memahami apa yang mereka sampaikan. Karena ini juga menyangkut kebutuhan ekonomi mereka,” imbuhnya. (ryn/dah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*