WALHI Kaltim dan LBH Samarinda Tidak Terima Diangkut Paksa

istimewa.

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kaltim dan LBH Samarinda tidak terima. Tiga orang dari organisasi diangkut tim medis yang didampingi Satpol PP.
Mereka menganggap tidak masuk akal. Lantaran, petugas yang datang tidak bisa menunjukan surat tugas.
Tidak ada juga surat keterangan mereka terpapar COVID-19. Para aktivis ini dijemput paksa karena diduga terpapar COVID-19. Sehingga harus diisolasi di RSUD IA Moeis. Tiga orang tersebut yaitu Direktur Eksekutif Walhi Kaltim Yohana Tiko, Bernard Marbun dan LBH Samarinda Fathul Huda.

Ada kejanggalan yang terjadi. Mulai dari kegiatan tes swab. Sampai kejadian jemput paksa itu terjadi. Kesimpulan ini menurut kedua organisasi itu. Pertama, tenaga medis tidak memperlihatkan identitas mereka. Itu terjadi pada 29 sampai 31 Juli 2020.
Selanjutnya, saat pengambilan sampel pada 29 Juli, petugas tidak mau di dokumentasikan. Alasannya tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Berarti mereka telah melakukan kesalahan dalam prosedur pengambilan sampel,” kata Direktur Pokja 30 Buyung Marajo, kepda Disway Kaltim, Sabtu (1/8/2020). “Parahnya, mereka (tim medis) membuang limbah medis sembarangan,” katanya lagi.

Kejanggalan berikutnya ketika ketiganya berada di RSUD IA Moeis Samarinda. Mereka meminta hasil swab. Tapi petugas di rumah sakit tersebut tidak bisa memenuhi permintaan ketiganya.
“Katanya mereka tidak mengetahui hasil swab tersebut. Parahnya, petugas BPBD serta satpol PP tidak peduli dengan mereka (pasien yang diangkut tadi). Mereka bertiga pun lontang lantung di halaman parkir rumah sakit,” bebernya.

Sebenarnya, alasan ketiganya menolak untuk dikarantina karena statusnya belum jelas. Positif COVID-19 atau tidak. Karena, hasilnya tadi belum ada kepastian. Sehingga, dihari yang sama, ketiganya memutuskan untuk kembali ke kantor WALHI untuk karantina mandiri.
Sampai Sabtu (1/8/2020) siang kedua organisasi ini melakukan konfrensi pers via zoom meeting. Menjelaskan kronologi yang terjadi.
“Kami tidak merasa apapun. Tidak Ada gejala. Terus kondisi sosial ini yang Kami bingunkan. Tidak Ada tamu yang datang ke Walhi Karena posisi lockdown ya. Kami taati protokol kesehatan,” jelas Yohana Tiko dalam konferensi tersebut. (mic/boy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*