Polisi Dalami Kasus Tenggelam di Bendali V di Balikpapan

Polsek Balikpapan Selatan memasang garis polisi di Bendali Borneo Paradiso, TKP seorang bocah tenggelam. (Andi Muhammad Hafizh/Nomor Satu Kaltim)

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Tragedi tenggelamnya pelajar SMP bernama Revan Najril Ilham (12), di Bendali V Borneo Paradiso, Senin (27/7) terus diselidiki polisi. Bendali yang masih dibangun ini dinilai rawan. Lantaran tak ada pagar pembatas, ataupun pengawasan dari pengelola.

Pada Selasa (28/7) sore, Polsek Balikpapan Selatan kembali mengunjungi lokasi kejadian. Didampingi Lurah Sepinggan Baru, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta pengembang Borneo Paradiso. Untuk memeriksa fakta lapangan. Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa hal yang masih dipertanyakan.

Salah satu yang ditanyakan polisi, yakni peruntukan kolam tersebut. Ada tiga bekas galian. Yang menjadi kolam. Dan rencananya dijadikan bendungan pengendali banjir (bendali). Namun hampir semuanya sangat minim pencegahan keselamatan. Seperti pagar pembatas ataupun papan peringatan larangan berenang.

“Kami menanyakan peruntukan kolam itu. Karena di sekitar situ ada seperti taman bermain dan sebagainya,” ujar Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol Harun Purwoko, Rabu (29/7).

“Olah TKP kemarin itu ada papan peringatan. Tapi kami lihat apakah itu baru terpasang atau sudah lama terpasang,” jelasnya.

Ia meminta pengembang memasang pagar pembatas. Untuk mencegah potensi pengendara yang tercebur ke dalam bendali, terutama di malam hari. Belum lagi minimnya penerangan membuat kawasan ini semakin membahayakan.

Sejauh ini ia memanggil dua saksi yakni satpam dan manajer, yang mengawasi lokasi tersebut. Dari keterangan keduanya kejadian ini tak disangka-sangka. Saat itu satpam telah menegur dan melarang korban bersama teman-temannya bermain di sekitar bendali. Namun tanpa sepengetahuan satpam, mereka nekat bermain hingga akhirnya terjadi peristiwa nahas itu. (bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*