Tunggu Keputusan Sari

Ilustrasi

Tanjung Redeb ,Disway – Suhu politik di Bumi Batiwakkal, kian memanas. DPP Partai Golkar sudah mengeluarkan rekomendasi Seri Marawiah-Agus Tantomo. Hal itu membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) cukup kecewa dengan komitmen Golkar.

Padahal, DPP partai Golkar terlebih dulu mengeluarkan surat tugas sementara kepada Syarifatul Syadiah untuk menjalin komunikasi politik, khususnya kepada Muharram yang merupakan kader PKS. Bahkan, PKS dan Gerindra telah memberikan rekomendasi kepada pasangan Muharram-Syarifatul Syadiah (MURI).

Pemberian tiket pilkada dari partai berlambang pohon beringin, Minggu (12/7), menimbulkan kontroversi.

Selain lebih cepat dari jadwal tahapan seleksi calon kepala daerah, keputusan tanpa didasari hasil data survei popularitas dan elektabilitas.

Menyikapi itu, Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Berau Munadi, mengaku merasa kecewa dengan keputusan DPP Partai Golkar.

Padahal, penetapan calon akan ditentukan secara ilmiah, yakni berdasarkan data survei internal yang dilakukan DPP Golkar. Selama ini, hanya berdasarkan survei dari pasangan calon.

“Karena keputusan sudah final, kami tidak bisa apa-apa. Tidak bisa mengintervensi. Tapi saya menyayangkan komitmen yang sudah disampaikan DPP kepada kami,” katanya kepada Disway Berau, Senin (13/7).

Jika memanisme survei dilakukan sesuai tahapan seleksi calon kepala daerah yang akan diusung Partai Golkar, Munadi meyakini, rekomendasi akan jatuh pada pasangan MURI.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Sebab, berdasarkan data lembaga servei yang digunakan tim pasangan MURI, popularitas dan elektabilitas di lapangan cukup baik.

“Banyak masyarakat yang kecewa dengan keputusan itu. Mereka berharap, PKS dan Golkar dapat berduet di pilkada nantinya,” klaim Munadi.

Ketua Bapilu PKS Berau, Sakirman mengungkapkan, pihaknya masih mengharapkan pasangan MURI tetap maju berkontestasi di pilkada 9 Desember mendatang, kendati rekomendasi Partai Golkar telah diberikan kepada pasangan Seri Marawiah-Agus Tantomo.

“Kami masih yakin MURI tetap kuat, kokoh dan tetap berjalan. Kami berharap MURI tidak mundur sebelum bertarung.

Karena saat ini masih belum berada digaris start, masih bentuk rekomendasi saja. Kita tunggu saja keputusan Sari (Syarifatul Syadiah) seperti apa, maju atau tidak?” ujarnya.

Sejauhi ini, PKS masih terus membangun koalisi dengan sejumlah partai politik di Kabupaten Berau, terutama dengan Partai Gerindra. Komunikasi itu digalang, guna mempersiapkan poros baru menjelang pilkada serentak 2020.

“Karena poros koalisi menjadi penyeimbang dan penentu kemenangan di pilkada mendatang. Tentu strategi telah kami siapkan, untuk mengantisipasi kondisi seperti saat ini, rekom ditikung,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Berau, Feri Kombong menegaskan, rekomendasi pasangan MURI dari partai binaan Prabowo Subianto maju di pilkada 2020, masih berlaku. Rekomendasi akan direvisi jika pasangan dinyatakan bubar di tengah jalan.

“Kalau masih berpasangan, masih berlaku. Artinya, kami akan dampingi pasangan MURI untuk memenangkan pilkada. Karena kami melaksanakan surat yang menjadi perintah partai,” tandasnya.

Sementara dikonfirmasi Disway, Syarifatul Syadiah belum memberikan tanggapan, terkait maju atau tidaknya di Pilkada 2020. Jika yang bersangkutan maju, otomatis harus mencari partai pengusung dan kemungkinan akan keluar dari Golkar.*/jun/app

Saksikan video menarik berikut ini: