Syukuran Peringati Hari Ke-73 Koperasi

PERINGATAN HUT ke-73 Koperasi digelar secara sederhana dengan mengundang para pengurus koperasi dan pelaku UMKM.

Tanjung Redeb,Disway – Hari ke-73 Koperasi dan UMKM Nasional ke-5, diperingati Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, dengan mengelar acara syukuran, Senin (13/7).

Kegiatan yang digelar secara sederhana tersebut dilaksanakan di Kantor Diskoperindag Berau, mengundang mitra kerja seperti pengurus koperasi serta pelaku UMKM.

Dalam laporannya, Kepala Diskoperindag Berau, Wiyati menyampaikan, saat ini jumlah koperasi yang terdaftar di Kabupaten Berau sebanyak 426.

Dari jumlah tersebut, 127 merupakan koperasi aktif, 139 sedang dalam pembinaan dan 160 dalam proses penghapusan. “Proses ini memakan waktu yang cukup panjang, karena banyak tahapan yang harus dilakukan,” jelasnya.

Dari total 127 koperasi aktif ini, 39 di antaranya telah memiliki sertifikasi dan 24 koperasi sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Wiyati menjelaskan, pihaknya terus berupaya untuk memacu koperasi yang ada agar terus berkembang.

“Seperti pada saat masa pandemik yang terjadi saat ini, kami tetap memberikan pendampingan dan pembinaan bahkan beberapa kali dilaksanakan diskusi secara online kepada para pengurus koperasi dalam mengatasi tantangan yang ada sekarang,” jelasnya.

Pada pelaksanaan peringatan HUT ke-73 Koperasi ini, Diskoperindag juga memberikan penghargaan kepada pengurus koperasi yang berprestasi. Ada enam kategori penghargaan yang diberikan yaitu koperasi perkebunan plasma, koperasi karyawan, koperasi pegawai negeri, koperasi wanita, koperasi umum serta koperasi sekolah.

“Kita juga akan melaksanakan kegiatan pelatihan manajemen koperasi, bimbingan teknis penyusunan pelaporan RAT, pelatihan manajemen UMKM serta pelatihan melalui seminar online yang bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia,” tambahnya.

Sementara dalam kesempatan itu, Bupati Berau, Muharram menegaskan, pemerintah selalu memberikan dukungan penuh untuk perkembangan koperasi. Karena target akhir dari pembentukan koperasi ini yaitu membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini tantangan terbesar koperasi adalah merubah pola pikir bisnis. Target awal untuk kesejahteraan seluruh anggota harus selalu dipegang, sehingga koperasi bisa berkembang dan maju,” katanya.

Kemudian untuk para pelaku UMKM, Muharram mengharapkan, agar bisa mengembangkan diri serta memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Menurutnya, kondisi perdagangan bebas yang ada saat ini merupakan tantangan yang harus diantisipasi.

“Kalau tidak berkembang maka kita akan tertinggal jauh bahkan menjadi penonton saja. Kita harus menjadi pelaku dengan produk yang kita miliki,” pungkasnya. HUMAS/APP

Saksikan video menarik berikut ini: