Hantu PHK Incar Pekerja Mal

Balikapan, DiswayKaltim.com – Jumlah pengunjung pusat  perbelanjaan belum mampu membangkitkan sektor ekonomi. Meski ada pelonggaran aktivitas masyarakat, namun kegiatan ekonomi masih terbatas. 

Akibatnya sejumlah tenan terpaksa melakukan pengurangan karyawan. Hal itu terjadi karena jam operasional yang berkurang dan tingkat kunjungan yang mengalami penurunan drastis.

Pada masa normal khusus e-Walk tingkat kunjungan mencapai 40 ribu pengunjung perhari. Sementara weekend bisa mencapai 60 ribu lebih kunjungan. Namun selama masa pandemi, kunjungan turun lebih dari 50 persen. Ini membuat tenant memutuskan sistem kerja satu shift. 

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

General Manager e-Walk dan Pentacity Yudi Saharuddin menjelaskan kondisi tersebut memaksa sejumlah tenant mengurangi karyawannya hingga 30 persen. Saat masa relaksasi shift yang dimanfaatkan juga masih satu shift karena kunjungan kembali normal. Meskipun berangsur naik. “Jam operasional saat ini masih 1 shitf, tenant buka jam 12.00-21.00 Wita,” jelas Yudi Saharuddin, Senin (13/7).

Pada fase relaksasi, tingkat kunjungan baru mencapai 35 persen dari normal. Lama kunjungan juga masih sekitar 2 jam. Hal itu terpantau dari jumlah kendaraan yang parkir.  “Selama masa pandemi pengunjung datang hanya mencari kebutuhannya. Selanjutnya mereka pulang,” katanya. 

Meski demikian, pihaknya optimis pada saat bisokop serentak buka pada 29 Juli nanti. Diditargetkan kunjungan bisa mencapai 50 persen. Selain itu, harapannya event dapat kembali digelar pada sejumlah mal. “Untuk mencapai angka 50 persen sangat sulit. Apabila XXI nya sudah buka dan event sudah mulai dijalankan mungkin bisa menyentuh angka 50 persen,” sebutnya.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

Yudi menyebutkan tenant yang beroperasi di e-Walk baru sekitar 70-an, dari sekitar 100-an tenant. Begitupun di Pentacity. “Yang belum beroperasi tinggal Cinema dan permainan anak,” ujarnya.  

Hal yang sama juga dikatakan General Manager Plaza Balikpapan Aries Adriyanto. Menurutnya, rata-rata tenant tidak bisa beroperasi full, meskipun Plaza Balikpapan telah beroperasi normal mulai pukul 10.00-22.00 Wita. Karena rata-rata tenant telah mengurangi karyawannnya.

“Tenant-tenant itu tidak bisa kita paksa full beroperasi, karena mereka sudah terlanjur melakukan pengurangan karyawan. Sehingga tenant buka mulai pukul 12.00 – 21.00 wita,” tandasnya.

Kata dia, rata-rata tenan hanya bisa buka satu shift saja, sehingga mempengaruhi operasional Plaza Balikpapan. “Karena tenaga terbatas, kita tidak bisa paksa. Mereka tenaganya hanya maksimal untuk 1 shift saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari jumlah tenant maupun karyawan di Plaza Balikpapan sekitar 50 persen yang terdampak covid-19. “Jadi tidak bisa dipaksa,” tekannya. 

Sejak kembali beroperasi dengan normal pada Juni kemarin, rata-rata jumlah pengunjung mencapai 38 persen dari normal yakni 990 ribu perbulan. Dengan jumlah pengunjung weekend hingga 28 ribu. “Minggu pertama Juli sudah 40-42 persen,” ujarnya. Tetapi angka itu masih jauh dari angka kunjungan normal. 

Manajemen Plaza juga mewaspadai, jika jumlah pengunjung justru diatas 50 persen, karena ketentuannya maskimal 50 persen dari kapasitas. “Tapi kita khawatir juga jangan sampai lebih 50 persen. Kita harus berhati-hati juga disitu,” ucapnya.

Aries menambahkan upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan pelayanan kepada pengunjung. Pelayanan sesuai protokol kesehatan. “Penyediaan pengukur suhu, hand sanitizer dan jaga jarak selalu dilakukan. Itu semua telah dijalankan pengelola mal,” pungkas Aries Adriyanto. (fey)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: