Pembangunan Jargas di PPU Sudah 40 Persen

PENAJAM, nomorsatukaltim.com – Pemasangan jaringan gas (jargas) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), terus berjalan. Progres program tahun ini itu telah mencapai 40 persen.

Sebanyak 5.062 sambungan rumah (SR) di 11 wilayah akan terpenuhi. Sejatinya, program yang terkendala pandemi COVID-19 ini hanya untuk 4.762 SR. Namun terdapat penambahan kuota sebanyak 300 SR.

Dengan begitu, warga bisa menikmati fasilitas jargas yang telah disediakan oleh pemerintah secara gratis.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Dari 11 kelurahan dan desa tersebut, terdapat 5 wilayah yang telah ada jargas sebelumnya. Yakni, Kelurahan Penajam 333 SR, Gunung Seteleng 239 SR, Nenang 425 SR, Nipah-Nipah 161 SR dan Sungai Parit 370 SR.

Serta 6 wilayah yang baru mendapat jatah sambungan. Yaitu, Kelurahan Lawe-Lawe 274 SR, Desa Girimukti 829 SR, Desa Giripurwa 412 SR, Desa Sidorejo 419 SR, Kelurahan Petung 1.113 SR dan Kelurahan Waru 187 plus 300 SR.

“300 kuota tambahan tersebut untuk di Kelurahan Waru,” ungkap Asisten II Bidang Perekonomian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU, Ahmad Usman, Senin (13/7).

Usman berharap proses tersebut tidak menemui kendala. Sehingga dapat lekas rampung. Ditarget pembangunan rampung pada November 2020. “Tapi kalau bisa Oktober sudah selesai,” tandasnya.

Usman menuturkan warga yang mendapatkan pemasangan jargas ini sudah melalui validasi tim. Pun masing-masing rumah akan ditempeli stiker.

 Untuk diketahui, program ini merupakan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemenang tender pengerjaannya ialah PT Noorel Idea dan PT Waskita.

Sebelumnya telah ada program pada 2018 lalu. Di PPU kuotanya 4.260 SR. Yang baru terkonversi di 2019.

Mekanisme pembayarannya juga berbeda. Sebelumnya pembayaran dengan sistem pra bayar, voucher. Yang saat ini pasca bayar.

Sementara untuk harganya masih belum ditentukan. Usman mengatakan nanti akan ada tim survei dari BPH migas yang akan menilai berapa harga idealnya.

“Mereka akan ambil sampling di beberapa lokasi. Jadi disesuaikan dengan pendapatan warga,” tutupnya. (rsy/eny)

Saksikan video menarik berikut ini: