Pailit Elit

Perusahaan pengembang perumahan elit Borneo Paradiso,  PT Cowell Development Tbk pailit. Pengumuman itu disampaikan dalam iklan resmi yang terbit di Jakarta. Tiga bulan lalu, desas-desus limbungnya anggota bursa itu sudah sampai ke telinga konsumen.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, permohonan pernyataan pailit diajukan Multi Cakra Kencana Abadi. Dengan Termohon PT Cowell Development, Tbk.   Perkara itu teregister pada 17 Juni 2020 dengan nomor perkara 21/pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Pada tanggal yang sama, PT Mega Sukses Bersama mendaftarkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dengan termohon yang sama. Untuk perkara kedua ini, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memberi register 154/pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Dalam putusan yang diketok 1 Juli 2020, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dan Pernyataan Pailit yang diajukan oleh para Pemohon.

Majelis Hakim menunjuk dan mengangkat Hakim Pengawas dari Hakim-Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengawasi proses kepailitan Termohon.

Selain itu, Majelis juga menunjuk dan mengangkat Maria Veronika Napitupulu, dan Elvis Sitorus, sebagai Kurator Sementara maupun Kurator dalam kepailitan. Tak hanya itu, pengadilan juga menghukum perusahaan berkode COWL itu biaya pengadilan sebesar Rp3,4 juta.  

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

Berdasarkan Penetapan Hakim Pengawas Nomor 21/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst, tertanggal 7 Juli 2020, telah ditetapkan sejumlah agenda. Yakni Rapat Kreditur Pertama akan dilaksanakan hari Rabu, 22 Juli 2020pukul 10.00 Wib di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Batas akhir pengajuan tagihan pada 4 Agustus 2020, serta Rapat Verifikasi / Pencocokan piutang atau tagihan para kreditur pada Senin, 24 Agustus 2020.

Dampaknya Bagi Konsumen

Ketika dimintai tanggapannya atas perkara pailit, Kurator dan Advokat, Yudi  Akhiruddin mengatakan tidak semua aset Termohon berada di bawah pengawasan Kurator yang ditunjuk Pengadilan. “Aset yang dibawah pengawasan Kurator harus seratus persen milik Termohon,” katanya.

Pailit Elit
Tangkapan layar pengumuman putusan pailit PT Cowell Development Tbk.

Ia mengambil contoh, jika pembangunan Borneo Paradiso merupakan hasil kerja sama Cowell dengan seseorang atau badan hukum, maka  aset itu tidak termasuk harta pailit.

“Misalnya Cowel bertindak sebagai pengembang dan bekerja sama dengan seseorang untuk mengembangkan lahan, maka itu di luar obyek pailit.” 

Meski begitu, Yudi menyarankan pihak-pihak yang berkontrak atau bertransaksi keuangan dengan COWL melapor kepada Kurator sesuai jadwal pengumuman pailit. 

Intinya, kata Yudi, siapapun yang bertransaksi keuangan dengan Cowell dan belum terbayar atau belum mendapat hak, harus segera mendaftar ke Kurator. Begitu juga dengan kontraktor.

“Nah untuk kontraktor harus dipastikan dulu mereka berkontrak dengan siapa? Kalau langsung dengan Cowell, bisa daftar tagihan ke Kurator. Kalau melalui main contractor, berarti nggak perlu daftar kurator,” jelasnya.

“Yang jelas, untuk konsumen yang sudah balik nama, aman.”

Kurator bertugas mengurus aset-aset perusahaan kemudian membayar hutang-hutang debitur pailit kepada krediturnya. Sumber dana berasal dari penjualan aset debitur atau piutang debitur yang belum terbayar.

Sudah Tiga Bulan

ucapan pemkab mahulu

Seorang warga Borneo Paradiso yang tidak bersedia dipublikasikan namanya mengatakan  isu pailit pengembang perumahan itu sudah terdengar sejak tiga bulan lalu. “Kami di grup WA warga komplek ramai membahas itu,” katanya.

Namun kata pria yang sudah sepuluh tahun menghuni perumahan elit itu, masyarakat menyikapinya biasa saja. “Karena 70 persen warga di klaster saya sudah memegang sertifikat atas nama sendiri,” jelasnya.   

Meski begitu, penghuni Klaster I ini mengaku cukup waswas, lantaran ia termasuk bagian dari 30 persen warga yang belum balik nama. “Tempo hari saya berkomunikasi dengan pengembang agar segera balik nama,” imbuhnya. Namun sampai saat ini hal itu belum dia lakukan. Untuk balik nama sertifikat rumah, ia perlu menyiapkan uang sebesar Rp 15 juta. 

Kantor perwakilan PT Cowell Development Tbk di Balikpapan belum dapat dikonfirmasi pada hari Minggu, 12 Juli kemarin. Berdasarkan berbagai situs jual beli rumah, harga hunian di daerah yang dekat dengan bandar udara Sepinggan ini, cukup tinggi.

Harga rumah minimalis tipe 60 dengan luas bangunan 60 m2 dan luas tanah 30 m2 ditawarkan mulai Rp454 juta. Sementara harga paling mahal dengan tipe townhouse ditawarkan Rp 2,1 miliar.

Saham Gocap

Jauh sebelum dinyatakan pailit, saham COWL terbenam di bursa. Mereka masuk dalam emiten gocap alias bernilai Rp 50 per lembar saham. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dirilis Penafian, saham COWL tidur sejak 22 November 2019 dan tak mampu bangkit lagi.  

Dalam lama websitenya, perseroan didirikan pada 1981. Mula-mula namanya PT Internusa Artacipta. Empat tahun berselang, namanya berubah menjadi PT Karya Cipta Putra Indonesia. Pada tahun 2006, akhirnya perseroan mengganti identitas menjadi PT Cowell Development dan rsmi melantai.

Perusahaan telah menyelesaikan proyek-proyek berkualitas tinggi. Memulai proyek pertamanya di tahun 1984, mengembangkan Melati Mas Residence (sebelumnya dikenal sebagai Villa Melati Mas), suatu kawasan perumahan yang berlokasi di Serpong, Tangerang Selatan. Di tahun-tahun berikutnya, Perseroan memperluas kegiatannya ke proyek-proyek pengembangan apartemen dan bangunan komersial.

Portofolio perseroan terdiri dari lima perumahan, yaitu Melati Mas Residence, Serpong Park, Serpong Terrace, Laverde, dan Borneo Paradiso, serta bangunan bertingkat seperti Westmark, The Oasis, dan Lexington Residence.  Semuanya di Kawasan Jabodetabek.

Proyek di Kalimantan ialah The Oasis dan Borneo Paradiso Balikpapan dikembangkan dengan konsep mixed-use, yang menggabungkan fasilitas perumahan, komersial, dan pendukung dalam satu area yang luas.

Namun reputasi beken perusahaan tak mampu menghadapi krisis yang menerpanya. Pengembang elit inipun akhirnya pailit. (yos) 

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: