Jenjang SD Dibatasi 5 Murid, SMA Lakukan PLS lewat Daring

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan telah mengeluarkan surat edaran. Bagi pelajar yang kembali bersekolah, khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD).

Dari pantauan media ini di SDN 001 Balikpapan Tengah, hanya terdapat lima orang murid yang turun untuk mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Kelima anak tersebut merupakan perwakilan dari empat kelas yang ada.

Kepala Sekolah SDN 001 Balteng Windu Gunawan mengatakan, sesuai instruksi Disdikbud Kota Balikpapan saat PLS anak-anak hanya diperkenankan hadir maksimal 5 orang saja. Dengan dasar itu maka pihaknya pun telah melaksanakannya.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

“Di samping itu teman-teman guru sudah membentuk kelompok belajar per grup, jadi metode bisa di-sharing di situ,” ujarnya, Senin (13/7/2020).

Lebih lanjut Windu mengatakan, selama tiga hari ke depan metode PLS yang dilakukan tetap sama dengan hari pertama. Di mana 5 orang anak yang ada hanya bergantian dengan perwakilan yang lain.

“Hanya lima orang anak ini saja, jadi tidak boleh tatap muka semua. Maksimal dua jam mereka mengenal lingkungan sekolah. Sebisa mungkin dan seefektif mungkin kita maksimalkan waktunya,” jelasnya.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

Jika masa PLS sudah selesai yakni dalam waktu tiga hari hingga Rabu.  Maka pihak sekolah akan memanggil orangtua untuk membahas metode pembelajaran. Dan membuat kesepakatan kerja sama antara orangtua dan sekolah.

“Hari keempat kita panggil orangtua, kita adakan MoU atau komitmen pembelanjaran soal kombinasi belajar tatap muka dan daring,” terangnya.

Sementara itu salah satu orangtua murid, Lina mengaku tidak mempermasalahkan metode belajar seperti ini. Bahkan dirinya mendukung penuh apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah melalui Disdikbud.

“Hari ini memang masih pengenalan aja. Cuma sejam lebih saja tadi,” ujarnya.

Disinggung mengenai protokol kesehatan, Lina mengaku jika fasilitas yang disiapkan sekolah sudah cukup maksimal. Dimana sejak masuk kawasan sekolah petugas sudah berjaga di depan gerbang.

“Kita datang mau masuk cek suhu tubuh dulu, baru cuci tangan sampai penggunaan pelundung wajah juga diperhatikan oleh guru-guru,” jelasnya.

Sementara itu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Balikpapan, PLS yang dilaksanakan menggunakan virtual. Hal ini karena Kota Balikpapan masih masuk zona merah dan belum bisa belajar tatap muka.

Jenjang SD Dibatasi 5 Murid, SMA Lakukan PLS lewat Daring
PLS secara virtual yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Kota Balikpapan. (Andrie/nomorsatukaltim)

“Sejauh ini kita masih melakukan pengenalan lingkungan sekolah melalui virtual. Jadi seluruh murid bergabung lewat online,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kota Balikpapan, Rikadiantiasih.

Lanjut Rika, ke depannya jika Kota Balikpapan masih belum berubah menjadi zona hijau, maka metode pembelajaran di SMA 1 Balikpapan masih tetap melalui virtual.

“Sampai kapan ya sampai virus corona ini selesai. Kalau masih seperti ini ya kita tetap menggunakan virtual,” jelasnya. (bom/eny)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: