Jadi Teh, Punya Banyak Khasiat

Slamet saat memetik daun muda gaharu untuk diolah menjadi teh.

Tanjung Redeb, Disway – Tak gampang menemukan tanaman Gaharu di hutan. Bahkan, sering disebut tanaman gaib. Namun justru mudah ditemukan di Kampung Labanan Makmur. Dan dipercaya merupakan tanaman serba bisa, untuk aroma terapi serta punya khasiat kesehatan.

Pagi dan sore, waktu yang tepat bagi Slamet (65) warga Kampung Labanan Makmur, menuju lahan miliknya yang menghijau dan dipenuhi dedaunan dari tumbuhan Gaharu. Lokasinya tidak begitu jauh dari kediamannya, luasnya hanya sekira 6 hektare.

Berkebun sudah lama dilakukannya, sejak masih muda. Namun, menanam Gaharu, bermula sejak tahun 2004 lalu. Dia adalah salah satu pemilik tanaman Gaharu, dari beberapa petani di Labanan Makmur.

Akrab disapa Mbah Slamet, sejak 3 tahun lalu, dirinya baru mengetahui bahwa tanaman Gaharu memiliki manfaat tradisional yang mampu mengurangi kolesterol di dalam tubuh. Kemudian, Dia menyadari lagi bahwa gaharu sendiri dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap wewangian karena memiliki aroma harum yang khas, namun pengolahan ini belum terjadi.

“Jadi setelah ada kunjungan dari pemerintah provinsi ke Labanan Makmur, saya semakin percaya tanaman gaharu memang memiliki segudang manfaat. Sudah 3 tahun saya konsumsi secara pribadi dengan olahan saya sendiri,” ungkapnya kepada Disway Berau, Minggu (12/7).

Merasa harus membagikan khasiat tanaman gaharu kepada yang lain, itulah yang mendorong Slamet untuk mengikuti arahan pemerintah mengolah daun muda gaharu sebagai teh herbal. Dia pun mengambil peluang bisnis teh gaharu. Dan, dirinya adalah satu-satunya yang mengolah gaharu sebagai teh di Kabupaten Berau.

Melewati banyak waktu bimbingan, awal tahun 2020 bubuk teh gaharu siap dipasarkan dengan kemasan bungkusan di Labanan Makmur, serta dukungan dengan pasar Labanan Makmur yang juga semakin berkembang.

“Semua mendapat dukungan pemerintah, tapi belum bisa masuk pasar besar seperti swalayan. Karena belum ada logo pastinya, saya ingin mengurusnya tahun ini. Karena orang-orang harus merasakan manfaat teh Gaharu. Meski di Kaltim sudah banyak yang jual, tapi kalau dari Berau belum ada,” jelasnya.

Manfaat dari teh gaharu antara lain untuk menyembuhkan stroke, ambeien, malaria, batuk pilek dan juga menurunkan kolesterol. Bahkan, teh ini dipercaya bisa menenangkan hati dan menghilangkan insomnia.

Untuk mendapatkan khasiat itu, dibantu dengan para cucu Mbah Slamet, setiap 10 hari hingga satu bulan sekali, mereka memetik daun hijau muda gaharu untuk diproses menjadi bubuk teh bermanfaat. Memetiknya biasa saja kata dia, seperti memetik sayuran.

Setelah daun dipetik, daun kemudian dicuci bersih dengan air mengalir. Setelahnya daun dicincang secara manual, karena masih dilakukan dengan cara tradisional. Selesai dengan mencincang barulah daun dijemur hingga kering, semua tergantung cahaya alami matahari.

Sudah kering, barulah dedaunan tadi digiling dengan mesin yang dikatakan Slamet merupakan bantuan dari pemerintah untuk mendukung usaha teh gaharu miliknya. Selesai dengan semua proses itu, akhirnya serbuk teh gaharu dapat diseduh dengan air panas maupun hangat.

Dalam satu bubuk kemasan, Slamet menjual dengan harga ekonomis yaitu Rp 20 ribu per kemasan. Dia mengakui tidak mengambil banyak untung karena ingin semua dapat merasakan manfaat khasiat teh gaharu.

“Sekarang itu yang banyak membeli sopir travel ataupun sopir perusahaan, karena bisa menyembuhkan ambeien. Nah, kasihan kalau saya jual mahal,” ungkapnya.

Berbicara perihal keuntungan, dirinya tidak bisa menghitung berapa besar keuntungan yang sudah diperoleh. Tetapi, sejak awal bulan sudah berhasil menjual sekiranya hampir 1.000 bungkus. Banyaknya nominal tersebut karena dukungan kampung yang begitu aktif.

“Saya mendapat dukungan yang luar biasa, saya juga sudah bentuk kelompok untuk dikembangkan lebih banyak lagi, agar sama-sama bisa mendapatkan keuntungan,” katanya.

Lalu, teh gaharu dapat disajikan dengan tambahan gula untuk dikonsumsi biasa, sedangkan untuk menghilangkan penyakit, cukup dibuat kental dan sedikit ditambahkan garam. Kalau ada yang ingin lebih cepat mendapatkan khasiatnya, boleh secara personal berbincang resep rahasia dari Mbah Slamet.

Slamet berharap agar teh ini bisa dikembangkan menjadi teh botol dan gelas. Agar lebih praktis dan semuanya dapat mengonsumsinya.

“Semoga juga Kabupaten Berau bisa merasakan teh gaharu saya, biar semuanya sehat. Kalau sekarang, saya masih menunggu kemasan dan logo pastinya. Namanya sekarang hanya Teh Gaharu pak Slamet,” tandasnya. *rap/app


Saksikan video menarik berikut ini: