Event di Balikpapan Resmi Jalan Lagi

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Pemkot mulai merelaksasi sektor industri ekonomi kreatif. Semua yang berkaitan dengan prosedurnya disimulasikan di Atrium E-Walk, Balikpapan SuperBlok (BSB), Minggu (12/7) kemarin.

Simulasi ini menjawab tantangan bangkitnya para pelaku usaha event organizer (EO) yang sangat erat kaitannya dengan pemulihan pusat perbelanjaan. Yang sebelumnya sepi pengunjung, dan sama sekali tidak ada kegiatan hiburan.

Aries adriyanto, ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Kaltim mengatakan meski relaksasi mal sudah berlaku sejak 6 Juni, namun faktanya jumlah pengunjung mal belum membaik.

Ia menyebut jika sebelum masa pandemi jumlah kunjungan di suatu pusat perbelanjaan bisa menyentuh angka 700 ribu orang per bulan, kini paling banyak hanya mencapai 30 sampai 40 persen dari totalnya. “Pengunjung saat event juga dibatasi, misalnya ada event di atrium, maka maksimal pengunjungnya 50 persen dari total kapasitas,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menerangkan bahwa event yang digelar di mal akan merangsang pebingkatan jumlah pengunjung. Untuk mengantisipasi lonjakan, para pengusaha event organizer mesti menerapkan aturan baru, nantinya setiap acara yang digelar mesti dibagi beberapa sesi. “Maksimal satu sesi dua jam, kemudian ada jeda 30 menit, baru mulai lagi. Makanya nanti kedatangan tamu itu diatur,” urainya.

Aries menyebut jika selama ini cukup banyak event skala lokal maupun nasional yang tertunda. Namun untuk saat ini pihaknya baru berkoordinasi dengan para EO untuk kembali menyusun jadwal baru. “Ini baru menyusun. Karena rata-rata tiap mal punya event tiap bulan,” imbuhnya.

Sementara itu untuk operasional mal sudah diperbolehkan pemkot sejak fase pertama. Hanya saja kondisi tenan dan para pengusaha yang bermitra, tidak sepenuhnya bisa beroperasi seperti sebelum masa pandemi. “Kita tidak bisa paksa dibuka full. Mereka sudah terlanjur kekurangan karyawan. Sampai Desember, mereka belum boleh rekrut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pelonggaran event diharapkan menjadi pembuka jalan geliat perekonomian di pusat perbelanjaan kembali normal. Hanya saja perlu ditambahkan aturan-aturan baru protokol kesehatan. “Memang berkerumun berpotensi sekali, padahal salahsatu kunci event itu massa-nya. Makanya tidak gampang menggelar event,” katanya.

Dihadapan Sekda Provinsi Kaltim Sabani, Rizal menyebut jika pengalaman masuk mal dan menikmati hiburan dari event, baru kali ini bisa dirasakannya kembali setelah sekitar enam bulan, kegiatan di pusat perbelanjaan terpukul korona. “Inilah pak. Setelah sekitar enam bulan tiarap, kini mal mulai bisa bernapas lagi,”

Rizal juga menegaskan, kebijakan pelonggaran bisa jadi batal jika ada potensi peningkatan kasus, imbas dari relaksasi event. “Makanya kita minta jaga betul protokol kesehatannya,” imbuhnya. (ryn)

Saksikan video menarik berikut ini: