Berhitung Untung dari Rapid Tes

Kemenkes bisa dibilang terlambat. Menentukan tarif rapid tes di klinik atau rumah sakit. Regulasi dan standardisasi tarif tidak turun berbarengan. Di lapangan tarifnya beragam. Rata-rata bisa lebih dari 100 persen angkanya. Dari yang ditetapkan sepekan lalu itu. Belum lagi biaya surat keterangan. Hmm.. Siapa yang paling diuntungkan?  

——————–

PADA 13 Juni, Micheal F Yacob melakukan rapid tes. Ia berencana berangkat ke Surabaya. Warga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ini akan mengikuti pelatihan di kota itu. Sebulan lamanya. Karena persyaratan protokol kesehatan, jurnalis Disway Kaltim ini harus dinyatakan sehat. Sebelum berangkat.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengeluarkan keputusan itu. Pada 7 Mei lalu. Setelah Menteri Budi dinyatakan sembuh dari paparan Coronavirus Disease (COVID-19). Keputusan itu mengharuskan semua orang yang bepergian melalui transportasi udara, laut dan darat harus dites melalui standar khusus. Rapid tes.

Penerimaan di daerah berbeda-beda. Kaltim misalnya, Gubernur Isran Noor membuat edaran dengan syarat yang lebih berat. Harus tes swab bagi para pendatang. Kemudian Pemkot Balikpapan, mengharuskan dua kali rapid tes dengan hasil negatif. Sedikit lebih ringan. Lantaran harga tes swab lebih mahal.

Ketika itu, Michael melakukan tes cepat di RS Hermina Samarinda. Informasinya di tempat itu lebih murah. Biayanya Rp 460 ribu. “Harga tadi sudah termasuk surat keterangan sehat. Kalau cuman rapid saja Rp 350 ribu,” katanya.

Berarti harga surat keterangan sehatnya itu Rp 110 ribu. Harga tersebut tentu tidak sebanding dengan harga kertas dan tinta. Nilai tanda tangan yang berwenang justru yang mahal. Kalau tak ada itu, tidak bisa berangkat.

Tak jauh beda dengan Ariyansah. Warga Balikpapan ini hendak kembali dari Jakarta menuju Kota Beriman. Pada 22 Juni 2020. Ia melakukan tes cepat COVID-19 di RSUD Pasar Minggu. Biayanya Rp 330 ribu. Tanpa membayar lagi surat keterangan sehat. “SIKM sudah disediakan di rumah sakit,” ujarnya.

****

Media ini menelusuri sejumlah klinik kesehatan yang terdaftar di Diskes Kota Balikpapan.  Yang biasa melayani rapid tes.  Sebagian mengaku sudah menurunkan tarif tes cepat tersebut. Itu setelah Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengumumkan batas tarif tertinggi yang harus dibayarkan untuk pemeriksaan rapid test antibodi yaitu Rp 150 ribu. Pekan lalu. 

Klinik Prodia misalnya. Baru mendapat keputusan manajemen pusat soal tarif, baru Jumat 10 Juli 2020. Klinik ini pun langsung melakukan pemangkasan biaya. Sesuai surat edaran tersebut. Namun, sebelum adanya surat edaran dari Kemenkes, klinik ini mematok harga Rp 250 ribu per sekali tes.

“Kita sejak 9 Juli sudah menerapkan harga sesuai surat dari Kemenkes dan itu keputusan pusat kita,” ujar Regional Head Klinik Prodia, Muhammad Rizal.

Menurut Rizal, untuk urusan untung atau rugi itu menjadi kewenangan manajemen Klinik Prodia. Seluruh daerah hanya bisa mengikuti kebijakan pusat. “Kalau di kita menggunakan immunoassay ya, jadi sekali periksa bisa 200 sempel. Jadi biaya oprasional tidak banyak. Berbeda dengan yang pada umumnya. Yang chip atau kotak,” jelasnya.

Alat rapid tes yang dimiliki klinik ini, juga didistribusikan langsung dari pusat. Jumlah tiap bulannya yang dikirim sekitar 400-500 kit. Karena di Balikpapan, tiap minggunya terdapat sekitar 90-120 orang yang melalukan tes rapid di Klinik Prodia. “Mereknya Kobas Eleksis dari PT ROS yang didatangkan dari luar negeri,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, jika immunoassay tidak membutuhkan cairan tambahan yang banyak. Uji semplingnya bisa banyak. Bisa ratusan. Sedangkan chip atau kotak, masih membutuhkan cairan tambahan, seperti reagen. Harganya lebih mahal. Juga tidak bisa dalam jumlah banyak.

“Jauh sekali perbedanya antara immunoassay dengan chip atau kotak yang banyak digunakan saat ini,” jelasnya.

Distributor rapid tes seperti Kimia Farma, juga mengaku mengikuti aturan kebijakan dari Kementrian Kesehatan. Mematok biaya rapid sebesar Rp 150 ribu. “Kita sudah mengikutinya, jadi sesuai surat edaran yaitu Rp 150 ribu sekali rapid,” ujar Kepala Cabang Lab Kimia Farma Balikpapan Maria Sipayung.

Sebelum adanya surat edaran Kemenkes, diakuinya jika Kimia Farma masih memberlakukan harga lama. Yakni Rp 230 ribu sekali rapid tes. Selain distributor, Kimia Farma juga melayani pemeriksaan cepat COVID-19. “Kita disini enggak banyak sih ya yang rapid, sehari normalnya paling antara 10-12 orang saja,” tambahnya.

Di Kimia Farma sendiri, untuk kit rapid tesnya menggunakan merek Biozenk. Produk ini diimpor dari Izenk International Trading BV di Apeldoorn, Gelderland, Belanda. “Untuk merek dan asal rapid tes kita mungkin sudah pada tahu semua ya, darimana itu, kan sudah cukup ramai juga,” ujarnya.

KEBUTUHAN PEKERJA

Tes cepat kini menjadi kebutuhan warga. Baik yang akan melakukan perjalanan keluar kota, atau syarat bekerja. Seperti para pekerja tambang yang bekerja di lokasi tertentu. Mereka wajib melakukan tes kesehatan tersebut sebelum kembali beraktivitas.

Seperti Haikal (31), warga Kelurahan Muara Rapak. Ia melakukan rapid tes untuk kembali bekerja di sebuah perusahaan alat berat. Ia mengaku, dengan sif kerja sebulan di lokasi dan dua minggu di rumah (libur), setiap karyawannya diwajibkan melakukan rapid tes.

“Ini untuk keperluan kerja. Jadi sebelum naik kita harus rapid dulu,” ujarnya saat ditemui di Klinik Prodia.

Selama 9 tahun bekerja di bidang alat berat, dirinya baru beberapa bulan ini melakukan rapid tes. Dan mau tak mau ia pun mengikuti kebijakan tersebut. Namun, Haikal bersyukur dengan telah berlakunya penyesuaian harga rapid tes ini.

Alhamdulillah ya mas kalau sudah turun harganya, kemarin yang pertama kan ya harganya lumayan. Apa lagi ini sejak corona kita selalu ada rapid tes,” tambahnya.

Sama halnya dengan Haikal, Yogi Rianto (37) warga Kelurahan Gunung Sari Ilir juga harus menjalani rapid tes agar bisa kembali bekerja di perusahaannya. “Sekarang jadi wajib mas rapid begini,” ujar Yogi. (bom/dah)

Tarif Rapid Test dan PCR/TCM Mandiri Faskes Balikpapan

(Update Per 1 Juli 2020)

1. RS Balikpapan Baru

Paket A: Rp 365.000:Rapid test, konsultasi dokter umum

Paket B: Rp 475.000:Rapid test, darah lengkap, konsultasi dokter umum 

Paket C: Rp 700.000:Rapid test, darah lengkap, rontgen thorax, konsultasi dokter umum 

Paket D: Rp 875.000:Rapid test, darah lengkap, rontgen thorax, konsultasi dokter umum 

2. RS Restu Ibu

Rapid test: Rp 385.000

3. Pramita Laboratorium Klinik

Rapid test: Rp 595.000

4. Klinik Ibnu Sina Rapak

Rapid test: Rp 375.000

5. Mirabell Medical Klinik

Rapid test: Rp 600.000

6. Klinik Prodia

Rapid test IgG/IgM          :Rp.620.000

Rapid test metode serologi immunoassay            :Rp 350.000.

(Termasuk konsultasi dokter dan surat keterangan, dengan surat pengantar dokter Rp 262.000)

Tes PCR                : Rp 2.500.000

Rujukan sampel: Rp 1.890.000 (VTM dari Prodia)

7. Klinik Grand Medica Indonesia

Rapid test: Rp 360.000

8. Klinik Khatulistiwa

Rapid test: Rp 425.000

9. Laboratorium Klinik Alfa

Rapid test: Rp 438.000

10. Klinik Piramida Jaya

Rapid test: Rp 385.000

11. Tirta Medical Centre

Rapid test: Rp 440.000

12. Klinik AMC (Aesculap Medical Center)

Rapid test: Rp 375.000

13. Lentera Healthcare

Rapid test: Rp. 425.000

14. Rumah Sakit Tentara Tk. II Dr. R. Hardjanto

Rapid test: 400.000

17. Laboratorium Klinik Kimia Farma Balikpapan

Rapid test: 650.000

18. Klinik Juanson

Rapid test:Rp. 375.000

19. Kusuma Medical Center

Rapid test: Rp. 431.525 dan Rp. 430.000

20. Indomec Laboratorium dan Klinik Rapid test: Rp. 400.000

21. RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo

Rapid test: Rp 375.000, Pendaftaran: Rp 20.000, Surat keterangan dokter Rp

150.000

TCM: Rp 2.057.500 (incl.pendaftaran dan surat keterangan dokter)

PCR: Rp. 2.397.500 (incl.pendaftaran dan surat keterangan dokter)

22. RS Pertamina Balikpapan

Rapid test: Rp 360.000

PCR/TCM: Rp. 2.100.000

23. Siloam Hospitals Balikpapan

Rapid tes: Rp. 350.000, tes serologi Rp 199.000

PCR/TCM: Rp 2.500.000

24. Klinik Panacea

Rapid test: Rp. 431.000

25. Klinik Medika Utama

Rapid test: Rp. 400.000

26. RS Medika Utama Permata

Rapid test: Rp 370.000

27. Klinik Bornmed

Rapid test: Rp. 375.000 s/d Rp. 400.000

28. RSUD Beriman

Rapid test: Tanpa konsultasi dokter:pasien baru Rp 236.500, pasien lama Rp. 256.500.

Dengan konsultasi dokter + Rp 80.000

  • Catatan: Tarif ini per 1 Juli 2020. Beberapa faskes sudah melakukan penyesuaian sesuai edaran Kemenkes
  • Sumber: Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan.

Saksikan video menarik berikut ini: