9 Sekolah Wakili Kaltim

TAHUN ini perpustakaan Berau kembali mengirimkan wakil untuk mengikuti lomba akreditasi. Ada sembilan perpustakaan menjadi wakil Kaltim dalam ajang nasional tersebut.

Tanjung Redeb,Berau – Bidang perpustakaan kembali menunjukan prestasi terbaik. Setelah menjadi yang terbaik di Kaltim, kali ini perpustakaan di Kabupaten Berau kembali bersaing di tingkat nasional sebagai wakil Kaltim untuk ajang lomba akreditasi perpustakaan.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembinaan Kegemaran Membaca (P3KM), Suwito menjelaskan, Berau kembali mengirimkan wakilnya untuk mengikuti ajang tahunan tersebut.

Berbeda dengan tahun lalu, di 2020 ini jumlah perpustakaan dari Berau yang mengikuti ajang tersebut bertambah. Di mana pada tahun 2019 lalu perpustakaan yang ikut delapan kini bertambah menjadi sembilan. Bahkan jumlah ini yang terbanyak di Kaltim.

“Kaltim mendapatkan jatah 20, dan kita yang mengirimkan wakil lebih banyak dengan sembilan perpustakaan. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Tahun lalu juga kita mengirimkan wakil terbanyak dengan delapan. Semoga hasilnya terbaik dan perpustakaan kita lebih meningkat lagi gradenya,” jelasnya.

Dalam lomba akreditasi ini, perpustakaan yang bersaing akan dinilai berdasarkan instrumen yang telah ditetapkan. Instrumen itulah yang akan dinilai dan ditetapkan akreditasi yang sesuai. Untuk perpustakaan Berau yang ikut disampaikan memiliki akreditasi A dan B.

“Dengan mendapatkan penilaian yang lebih tinggi ini maka perpustakaan kita bisa dibilang layak kunjung. Dan ini menjadi modal untuk semakin meningkatkan kualitas lagi,” katanya.

Disampaikan, bahwa target yang ingin dicapai yaitu mewujudkan perpustakaan sebagai bagian inklusi sosial.

Maksudnya perpustakaan tidak hanya sebagi tempat membaca saja tapi lebih berkembang untuk pembinaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini perpustakaan menjadi sarana dalam mengembangkan potensi yang ada di daerah.

“Jadi misalnya di daerah itu potensinya perikanan, maka fokus utama perpustakaan yang ada yaitu memberikan bahan bacaan khusus perikanan. Begitu juga dengan potensi lainnya. Jadi masyarakat di sana bisa berkembang dan mendapatkan informasi dari perpustakaan,” tambahnya.

Saat ini pemerintah terus melakukan pembenahan dalam bidang perpustakaan. Sehingga target untuk mencapai inklusi sosial itu bisa direalisasikan oleh seluruh perpustakaan yang ada baik di sekolah ataupun kampung.

“Potensi daerah kita kan berbeda-beda, jadi perlu didorong agar masyarakatnya bisa memaksimalkan potensi yang ada ini,” pungkasnya. HUMAS/APP

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Saksikan video menarik berikut ini: