Baru 20 BUMK Berhasil

WISATA Kampung Tumbit Dayak yang berhasil dikelola BUMK setempat.

Tanjung Redeb, Disway – Badan usaha milik kampung (BUMK) di Berau yang dinyatakan sehat dan berhasil, masih di bawah 50 persen. Yakni baru 20 BUMK, dari total 90.

Dari 20 BUMK yang berhasil itu, di antaranya BUMK Tumbit Melayu, Labanan Makmur, Maluang, Pilanjau, Payung-payung dan Batu Putih.

“Omzet BUMK yang sehat per tahunnya bersih menyumbang untuk PAK (pendapatan asli kampung) mencapai Rp 15 juta. Tidak terlalu besar memang, karena populasi penduduk tidak banyak,” kata Kasi

Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau Agus Salim, Jumat (10/7).

Untuk BUMK yang belum berhasil, Agus mengatakan, kendalanya karena kekurangan SDM yang mengelola BUMK. Karena untuk mengelola BUMK dibutuhkan SDM yang memiliki kemampuan di bidang ekonomi. Misal, mengelola keuangan, tata kelola pemasaran, tata kelola produksi dan memiliki pengetahuan dunia usaha.

“Untuk mencari SDM yang mumpuni, sedikit sulit untuk di daerah kampung,” ujarnya.

Selain kekurang SDM pengelola, dia mengatakan, terdapat kekurangan strategi dalam pengelolaan BUMK. “Saya berharap kepala kampung pun harus bisa ikut serta untuk memikirkan strategi pengelolaan (BUMK). Karena kalau berharap dari kami, tentu hasilnya akan terbatas,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar pengelola BUMK tidak terlalu fokus kepada pemberian modal tunai. Namun, bisa memanfaatkan aset kampung. Misal, jika di kampung ada gedung serba guna, bisa dikelola oleh BUMK.

“BUMK yang mengelola pariwisata dan perdagangan juga maju,” ujarnya. */RAP/REY

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono
kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: