Pemusnahan Barang Bukti Miras di PPU, Ribuan Botol Miras Digilas

PENAJAM, DiswayKaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan pemusnahan masal barang bukti miras ilegal. Sekira 1.472 miras berbagai kemasan dimusnahkan menggunakan alat berat dengan cara digilas.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar menjelaskan, ini sebagai salah satu tugas pokok Satpol-PP. Dalam membantu pemerintah menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Termasuk penegakan Perda Nomor 5 Tahun 2009 terkait pengendalian miras di wilayah PPU.

“Persoalan miras ini, ada yang diperbolehkan ada yang dilarang. Sepanjang ada dasarnya. Dasar yang kami gunakan adalah izin tempat. Selain itu juga kadar yang terkandung,” katanya usai pemusnahan bertempat di depan Kantor Satpol-PP PPU, Rabu (8/7).

Kegiatan ini, lanjutnya, juga sebagai bentuk kerja satuan pemerintah dalam penegakan aturan. Pun Tohar berharap publik dapat ikut terlibat dalam pengawasannya.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

”Masyarakat juga bisa menyampaikan saran dan masukan kepada kami. Agar kami bisa tindaklanjuti, serta terjalinnya komunikasi,” ujarnya.

Turut pula hadir dalam pemusnahan barang bukti, Kapolres PPU AKBP Dharma Nugraha. Ia mendukung penuh langkah yang dilakukan pemerintah.

Ia mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan lembaga pemerintahan dalam menjaga kondusivitas. Karena biasanya, katanya, salah satu penyebab terjadinya perkelahian, perselisihan antarkelompok bersumber dari miras.

“Kami terus berkoordinasi dengan Satpol-PP untuk terus melakukan penertiban. Jika ada yang diberikan izin, tentu ada pengawasannya,” ungkapnya.

Kepala Satpol-PP Adriani Amsyar menjelaskan, ribuan miras ilegal ini bersumber dari hasil razia pihaknya serta Polres PPU dan barang bukti Pengadilan Negeri (PN) PPU.

“Semua dari tempat hiburan sejenis kafe yang izinnya bukan untuk miras. Karena di PPU ini belum ada tempat yang berizin untuk menjual miras,” tegasnya.

ucapan pemkab mahulu

Adapun pihaknya secara tegas terus melakukan giat serupa dalam penegakan aturan pengendalian miras. Adapun miras berbagai merek ini merupakan barang bukti yang dikumpulkan sejak 2014 lalu hingga 2020 ini.

“Baru bisa kita lakukan saat ini karena kesulitan proses pemusnahannya,” tuturnya.

Selain miras bir hitam, bir putih, wiski, vodka, anggur merah juga termasuk minuman tradisional tuak turut dimusnahkan. Adriani menjelaskan sebenarnya tuak tidak tergolong miras.

“Namun tuak yang dijual ini sudah rusak. Tidak lagi manis, tapi bisa memabukkan. Itu yang sering dikonsumsi, kalau kebanyakan dan beralkohol ‘kan bisa berbahaya,” tutupnya. (rsy/eny)

Saksikan video menarik berikut ini: