Comdev Indominco Diapresiasi Bupati Kukar

KUKAR, DiswayKaltim.com -PT Indominco Mandiri (IMM) patut diapresiasi dan menjadi dicontoh. Karena kembali menyalurkan partisipasi Program Community Development (Comdev) kepada 3 desa binaannya.

Yaitu Desa Santan Ilir, Santan Tengah, dan Santan Ulu, di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Rabu (8/7).

“Ada beberapa bantuan yang diberikan. Ada pemenuhan air bersih di dua desa. Untuk Desa Santan Tengah telah konsisten dikembangkan sejak 2013. Kemudian di Desa Santan Ilir dimulai 2019 lalu,” terang Mine Head PT IMM Era Tjahya Saputra pada Disway Kaltim.

Tambah Era, saat ini fasilitas air bersih di Santan Tengah telah dinikmati oleh 90 persen warga. Ini sebagai bentuk upaya konservasi IMM fokus pada sumber air yang ada.

Partisipasi IMM di Santan Ilir juga tidak ketinggalan. Yakni melakukan penyediaan tandon dan pipanisasi air bersih. Sepanjang 3.200 meter, lewat program PPM. 

“Kedua fasilitas ini melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam pengelolaannya. Sehingga nantinya dapat berkontribusi dalam menyumbangkan PAD,” ujar Era lagi.

Sebagai upaya konservasi IMM pada air bersih di Desa Santan Tengah itu ditandai dengan aksi penghijauan. Yaitu, menanam bibit pohon di sekitar wilayah WTP Santan Tengah. Karena bertepatan peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2020.

Kemudian, dirangkai serah terima mobil ambulans ke Desa Santan Tengah. Agar menjadi fasilitas supporting Program Pencegahan Stunting dari IMM. Hal itu sesuai dengan komitmen Comdev IMM bidang kesehatannya. Terlebih sudah disepakati dan tandatangan pada Desember 2019 kemarin. Tepatnya di kegiatan Loka Karya Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting (LKGKPPAS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kertanegara (Kukar). 

Comdev Indominco Diapresiasi Bupati Kukar
Era Jaya Tjahsaputra melakukan penanaman bibit pohon di Desa Marangkayu usai serah terima berbagai Comdev pada Pemkab Kukar. (Ichwal Setiawan/Disway Kaltim)

“Selain dapat membantu ibu hamil, kami berharap bantuan ambulans ini dapat memberikan manfaat pelayanan kesehatan secara maksimal. Karena jarak Desa Santan Tengah ke rumah sakit cukup jauh. Juga bisa digunakan dalam kondisi darurat,” urai pria ramah ini.

Program comdev di bidang kesehatan IMM tidak cukup sampai di situ. Dijadwalkan dalam waktu dekat ada aksi sosial pengobatan gratis di 3 desa binaannya tersebut.

Selanjutnya dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang keagamaan juga tidak kalah mulia. IMM memiliki program Tahfidz Quran di Desa Santan Tengah. Kegiatan ini diawali dengan membangun dan renovasi 2 rumah tahfiz pada 2019. 

Tentunya kelengkapan fasilitas sarana prasarana juga ditambah. Seperti kasur, kipas, tikar dan lemari. Karena Desa Santan Tengah akan dikembangkan sebagai Desa Tahfidz. Bertema PPM Generasi Cerdas Berkarakter. 

“Ini upaya kami dalam membantu meningkatkan spiritualisme masyarakat di wilayah kerja kami,” bebernya.

IMM juga telah membangunkan tempat ibadah. Masjid Nurul Yaqin di RT 01 Desa Santan Ulu dan Pembangunan Masjid Al Muhajirin RT 18 Desa Santan Ulu.

Aksi IMM bidang lingkungan telah melakukan normalisasi Kanal Desa Santan Tengah dan Santan Ilir. Sebagai upaya pencegahan banjir rob. Karena daerah tersebut dekat dengan laut. Yakni saat curah hujan tinggi dan air laut pasang. Biasanya di beberapa wilayah di dua desa ini akan mengalami genangan.

“Jadi perluasan kanal ini agar dapat menampung volume debit air yang besar. Kami juga sudah melakukan semenisasi Jalan di wilayah Santan Ulu,” kata Era.

Pada bidang pariwisata IMM juga ambil bagian. Bahkan punya program jangka panjang PPM IMM di Desa Santan Ilir sejak 2019. Yakni fokus di potensi Pantai Sampayo akan dijadikan tematik Pantaiku Hijau bersama Bumdes setempat. Ditandai pembersihan akses masuk, dan penanaman 8.000 bibit mangrove. 5.000 bibit dari IMM dan 3.000 bibit oleh masyarakat.

IMM saat ini sedang membantu pemerintah desa dalam membuat desain lansekap wisata pantai. Ke depannya akan dipresentasikan kepada pemerintah terkait. 

“Diharapkan wisata pantai ini bukan hanya sekadar menjadi objek hiburan abal-abal. Tetapi dapat menjadi wisata edukasi konservasi. Karena potensi mangrove yang masih terjaga baik di sini,” ajak Era.

IMM juga memiliki program Integrated Farming System (IFS). Sebagai program jangka panjang di Desa Santan Tengah. Dalam progresnya, IMM telah memiliki master plan terkait IFS itu. Tujuan akhir peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Dicanangkan aktivitas program ini nantinya ada peternakan, pupuk kompos hingga biogas menjadi listrik.

“Seluruh kegiatan Comdev ini pastinya melibatkan warga sekitar. Tujuannnya untuk membangun desa. Alhamdulillah semua support,” ucap Mine Head IMM ini.

Sebagai bentuk kepedulian IMM terhadap pandemi COVID-19 yang sedang terjadi. IMM menyalurkan donasi APD. Akan diserahkan kepada gugus tugas COVID-19 Kutai Kartanegara dan 3 puskesmas pembantu (Pusban) yang terdapat di 3 desa.

Bantuan APD difokuskan untuk fasilitas kesehatan. Yaitu 3.500 pasang hand gloves, 75 liter cairan disinfektan dan hand sanitizer, 165 tube vitamin, 45 pcs face shield. Kemudian 25 pcs hazmat dan goggles, 1.500 lembar masker medis, dan 12 botol hand soap

“Sebelumnya, IMM dan PAMA juga telah memberikan bantuan sembako sebanyak 600 pak. Untuk Desa Santan Ilir, Tengah dan Ulu pada Mei dan Juni lalu,” terangnya.

Manajemen IMM mengucapkan terimakasih pada Pemkab Kukar dan pemdes setempat serta masyarakat sekitar. Karena telah mendukung perusahaan dalam menjalankan produksinya. “Ini adalah hubungan baik antara kita dan akan kami lanjutkan,” katanya.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengapresiasi PT IMM atas penyerahan program Comdev-nya. Sebagai komitmen konsisten tanggung jawab sosial ke beberapa desa di Kecamatan Marangkayu. Karena bantuan yang diberikan itu sejalan dengan program pemerintah. Yakni pembangunan rumah tahfiz. Karena Pemkab Kukar memiliki program satu desa satu tahfiz.

Berikutnya partisipasi IMM dalam program air bersih demi kehidupan warga setempat. Hal ini sangat dibutuhkan sekali. Diakuinya pemkab tidak dapat sendiri dalam membangun daerahnya yang sangat luas. Jadi dibutuhkan peran dari segala pihak, terutama perusahaan.

“Saya terima kasih ke PT Indominco Mandiri. Pak Era, karena tidak semua perusahaan tambang yang besar komitmennya seperti yang dillakukan PT Indominco ini,” puji Edi pada manajemen IMM.

Dia pun meminta Bumdes di sekitar perusahaan menjaga sinergitasnya. Agar perusahaan dapat memberikan penguatan dari sisi lembaga, tata laksana dan SDM. Seperti memberikan pekerjaan kepada Bumdes.

Dengan begitu nantinya dapat menambah pemasukan desa. Sehingga ketergantungan terhadap perusahaan dalam setiap membuat kegiatan sudah tidak ada lagi.

“Saya ingin mengakhiri kondisi tempo dulu. Yakni ketergantungan desa setiap kegiatan selalu menyampaikan proposal ke perusahaan,” katanya. (adv/wal/hry/eny)

Saksikan video menarik berikut ini: