Balikpapan Siap Jadi Tuan Rumah Liga 2

Stadion Batakan Balikpapan dianggap paling layak menggelar pertandingan grup 4 Liga 2 2020. (Andi Hafizh/ Disway Kaltim)

Balikpapan, DiswayKaltim.com– Kompetisi Liga 2 diprediksi bergulir kembali Oktober mendatang. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun sudah mempunyai regulasi baru. Dengan sistem home turnamen kasta kedua tersebut akan dibagi menjadi empat grup.

Namun baik PSSI dan PT LIB belum menentukan daerah mana saja yang akan dipilih menjadi tuan rumah. Skema pembagian pun mulai tersebar di lini masa mesti PSSI dan PT LIB belum resmi mengumumkan.

Dari pantauan Disway Kaltim, masing-masing grup berisikan enam tim dengan melihat letak geografis. Grup 1 rencana akan digelar di Sumatera dengan dihuni Sriwijaya FC, PSMS Medan, Semen Padang FC, PSPS Riau, AS Abadi Tiga Naga, dan Babel United.

Sedangkan grup 2 akan digelar di salah satu kota di antara Jawa Barat, Banten, dan Daerah Istimewa Jogjakarta. Grup tersebut rencana dihuni PSIM Jogjakarta, Persekat Tegal, PSKC Cimahi, Cilegon United, Perserang Serang, dan Badak Lampung.

Baca Juga:  Balikpapan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Corona

Untuk grup 3 yakni PS Hizbul Wathon Sidoarjo, PSCS Cilacap, Putra Sinar Giri Gresik, Persijap Jepara, dan Persis Solo rencana digelar di kota antara Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selebihnya klub seperti Sulut United, Persewar Waropen, Martapura FC, Mitra Kukar, PSBS Biak, dan Persiba Balikpapan akan menghuni grup 4 yang disinyalir bakal digelar antara Sulawesi dan Kalimantan Timur.

Nama terakhir tentu sangat berpotensi menjadi tuan rumah. Persiba sejauh ini memiliki fasilitas stadion terbaik di antara semua kontestan grup 4.

Ketua Panpel Persiba Irvan Taufik mengakui Balikpapan sangat layak menjadi tuan rumah. Secara fasilitas dan SDM sangat memadai. Hanya saja kondisi sekarang mesti menjadi pertimbangan. Panpel mesti berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19, pemkot Balikpapan, hingga Polda Kaltim.

“Tentu kita sangat siap kalau memang ada rekomendasi dari gugus tugas dan kepolisian,” kata Irvan kepada Disway Kaltim, Ahad (28/6/2020).

Masih berstatus sebagai zona merah penyebaran COVID-19 bisa saja menjadi kendala Balikpapan. Pasalnya pendatang dari luar kota mesti menjalani swab test. Kebijakan pemkot Balikpapan tersebut mesti dipahami serius oleh PT LIB.

Baca Juga:  Kepala BPBD Balikpapan Malu Anggotanya Tertangkap Narkoba Lagi

“Tes PCR ini kan tidak murah. Kalau memang mau di Balikpapan mesti menjalani protokol kesehatan itu,” ujarnya.

Sejauh ini Irvan belum mengetahui apa syarat menjadi tuan rumah secara detail. Jika semua keperluan peserta ditanggung panpel tentu sangatlah berat.

“Ya ini regulasi mesti harus jelas. Yang soal rapid test tiap tiga pekan untuk pemain apakah panpel yang menanggung atau tidak. Harus dijelaskan,” tambahnya. (fdl/ava)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply