Suami Tewas Dibunuh Rampok, Sutiani : Saya dan Anak Juga Dianiaya

Sutianti, istri Tohir. (Arman/Disway)

============

Samarinda, DiswayKaltim.com –  Jenazah Tohir (72), penjaga sarang burung walet yang tewas dibunuh rampok di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) langsung menjalani autopsi di RSUD AW Sjahranie, Samarinda, Kamis (21/2/2020) siang oleh Dokter Forensik dan Unit Inafis Polres Kukar.

Tampak pihak keluarga Tohir, seperti istri bersama anak-anaknya menunggu di ruang jenazah. Semuanya terlihat merenung dan masih tak menyangka dengan kejadian yang menimpa Tohir.

Kepada Disway Kaltim, Sutiani, istri Tohir mengaku sudah sejak bulan April 2019 lalu menjaga sarang burung walet itu.

“Yang punya (Sarang Walet) orang cina di Pasar Pagi, Samarinda mas,” katanya saat ditemui, Kamis siang.

Kemudian jelasnya, perampokan itu terjadi saat dirinya bersama Tohir dan kedua anaknya berada di dalam rumah. Ketika itu terdengar suara orang berteriak meminta kunci sarang walet dari luar.

“Orang -orang itu awalnya mau dobrak pintu, minta kunci walet. Kemudian saya jawab tidak ada,” ucapnya.
Namun, para rampok itu tetap tak percaya. Malah justru mencoba masuk ke dalam rumah hingga menodongkan celurit dari sela pintu.

“Mereka (pelaku) tidak percaya dan memaksa. Padahal kuncinya ada di bos,” beber Sutiani.

Bukan hanya itu. Komplotan rampok ini katanya, mengenakan topeng atau cadar untuk menutupi identitas. Mereka juga ada yang membawa senjata tajam (sajam) dan juga potongan kayu ulin. Ditanya apakah Tohir ada masalah dengan orang lain. Sutiati menyebut tidak ada.

“Mereka masuk ke dalam rumah. Jumlahnya ada 10 orang. Mereka langsung menganiaya suami dan saya. Termasuk satu anak saya dipukul kakinya dengan kayu hingga pincang,” tuturnya.

Sempat terjadi perlawanan antara Tohir dengan para rampok. Tapi malang, Tohir tak mampu bertahan dan terkapar. Akibat luka tusuk dirusuk sebelah kiri tepat dibawah ketiak serta jidatnya. Sampai akhirnya Tohir tewas ditempat di depan istri dan anak-anaknya.

Setelah kejadian, komplotan itu langsung melarikan diri lewat jendela. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Polsek Muara Kaman dan Polres Kukar. (Ar/byu)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply