Komitmen Merawat Kerukunan untuk Kemajuan Kaltara

Puncak Hari Amal Bakti diperingati di lapangan Agatish, Tanjung Selor.(ist)

TANJUNG SELOR, DISWAY – Berbagai kegiatan dilaksanakan Kanwil Kemenag Kaltara memperingati Hari Amal Bakti ke-74 tahun 2020. Sebelum memasuki puncak, Jumat (3/1), ASN Kemenag menggelar beberapa perlombaan dan aksi sosial keagamaan.

Puncaknya, HAB yang menjadi tonggak lahirnya Kementerian Agama, diperingati dengan menggelar upacara di lapangan Agatish, Tanjung Selor. Peserta upacara adalah ASN Kemenag dan pemda, TNI-Polri, ormas keagamaan, dan santri dan peserta didik madrasah di Ibu Kota Kaltara. Inspektur upacara adalah Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Udin Hianggio.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Wagub yang membacakan sambutan Menteri Agama, menekankan bahwa negara memberikan jaminan atas terselenggaranya segala bentuk peribadatan umat beragama.
“Undang-Undang Dasar negara kita, pasal 29 menegaskan: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya,” kata wagub.

Ketegasan Kementerian Agama, menurut Wagub, memiliki alasan kuat untuk mempertahankan kedaulatan sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan. Kepentingan umum harus diutamakan dari kepentingan kelompok, apalagi yang sifatnya individualistik. Dengan begitu, kebebasan memeluk agama harus teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam negara Pancasila, siapapun, dengan alasan apapun, tidak diperkenankan propaganda anti-agama, penistaan terhadap ajaran agama, dan simbol-simbol keagamaan, menyiarkan agama dengan pemaksaan, ujaran kebencian dan kekerasan terhadap pemeluk agama yang berbeda. Demikian pula kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi negara,” tegasnya.

Wagub menyatakan, agama dan negara saling membutuhkan dan saling mengokohkan untuk kebahagiaan hidup manusia. Para pendiri bangsa, dengan bimbingan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, mengajarkan bagaimana menjaga harmonisasi sosial.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Kaltara, Suriansyah Hanafi mengungkapkan komitmen menjaga persatuan bangsa melalui pendekatan keagamaan menjadi keniscayaan yang harus terwujud di era saat ini. Hal ini kemudian dibuktikan dengan indeks kerukunan yang diterima Kaltara berada di urutan ke-7 nasional.

“Berbicara antara negara dan agama, maka kita berupaya mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, hingga bagaimana mewujudkan keadilan sosial. Kementerian Agama turut memberikan peran di dalamnya. Idiom-idiom keagamaan sudah jelas mengajarkan umatnya untuk menjaga persatuan dan menciptakan keadilan, baik dari sisi hukum, politik, ekonomi maupun kesetaraan lainnya,” ujar Suriansyah.

Kakanwil menjelaskan, HAB tahun ini juga merefleksikan kesinambungan program Kementerian Agama. “Tema umat rukun, Indonesia maju sebagai goal yang ingin kita capai. Tentu tema ini bukan hanya menjadi jargon HAB, tapi sebagai buah atas program yang berkesinambungan. Ini juga sebagai tindak lanjut dari tema-tema sebelumnya. Tahun 2019 tema nasional HAB adalah jaga kebersamaan umat’. Artinya, setelah kita jaga dan rawat, maka Insya Allah bangsa kita akan maju,” jelasnya.

Lebih lanjut Kakanwil berharap kepada seluruh pihak yang ada di Kaltara untuk terus mendukung dan mempertahankan kerukunan umat beragama yang sudah tercipta. “Semua elemen harus bersyukur dan menjaga kerukunan untuk pembangunan nasional, khususnya di Kaltara,” pungkasnya. (*)

Saksikan video menarik berikut ini: