Institusi Pendidikan Mesti Bangun Budaya Kompetisi

Rusman Ya’qub. (Istimewa)

===

Samarinda, DiswayKaltim.com – Institusi pendidikan di Indonesia masih mengandalkan penilaian kuantitatif dalam menilai kemampuan peserta didik. Siswa yang memiliki nilai tertinggi di kelas acap dianggap sebagai pelajar yang unggul.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Padahal, menurut Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub, kesuksesan seseorang tidak bergantung nilai tinggi dan prestasi akademik semata.Institusi Pendidikan Mesti Bangun Budaya Kompetisi

“Kesuksesan seseorang tidak diukur dari IPK yang tinggi, NEM yang tinggi, dan nilai yang tinggi. Tidak menjamin suksesnya seseorang karena itu,” kata Rusman belum lama ini.

Ia menyebut, tak sedikit pelajar di waktu di bangku sekolah tidak memiliki nilai tinggi dan tidak berprestasi di sekolah. Tetapi sukses berkarir pasca menempuh studi di lembaga pendidikan formal.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

“Bisa jadi karena dia punya sikap jujur dan daya saing yang kuat. Akhirnya dia sukses. Karena apa? Dunia pendidikan kita masih terjebak dengan angka-angka di atas kertas,” ujarnya.

Rusman mendukung penghapusan ujian nasional oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Syaratnya, mesti terdapat alat ukur yang lain dalam menilai perkembangan dan kualitas peserta didik.

“Harus ada saran untuk membangun kompetisi di generasi muda kita. Karena esensi ujian nasional itu sebenarnya bukan bagaimana mendapatkan NEM, IPK, dan rengking. Tetapi bagaimana ujian itu dibuat sebagai mekanisme membangun kompetisi,” jelasnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, Indonesia mesti belajar dari Cina. Yang maju karena berhasil membangun persaingan di dunia pendidikan.

Indonesia justru dinilai belum mampu menciptakan persaingan. Pemerintah dan institusi pendidikan masih mengandalkan penilaian akademik sebagai tolak ukur keberhasilan peserta didik.

“Padahal masih terdapat disparitas sarana dan prasarana juga di setiap daerah. Misalnya antara Jawa dan luar Jawa. Belum lagi kita bicara antara ibu kota provinsi dan kabupaten,” sesalnya. (adv/qn/hdd)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: